Gempa Turkiye
Pakar dari USK Banda Aceh Beberkan Mengapa Gempa Turkiye Sangat Destruktif
Pertama, gempa berkekuatan 7,8 Mb atau skala Richter (SR) di Turki dan Suriah itu merupakan gempa darat dan dangkal. Kedalamannya hanya sekitar 17 km.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Pertama, gempa berkekuatan 7,8 Mb atau skala Richter (SR) di Turki dan Suriah itu merupakan gempa darat dan dangkal. Kedalamannya hanya sekitar 17 km.
Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dua ahli gempa bumi (seismolog) yang juga peneliti pada Tsunami and Disaster Mitigation Research Center, Universitas Syiah Kuala (TDMRC-USK), Dr Muksin Umar dan Nadiatul Asra SSi mengungkapkan faktor penyebab gempa di Turkiye dan Suriah, Senin (6/2/2023) sangat merusak atau destruktif.
Pertama, gempa berkekuatan 7,8 Mb atau skala Richter (SR) di Turki dan Suriah itu merupakan gempa darat dan dangkal. Kedalamannya hanya sekitar 17 km.
Kedua, gempa dengan skala 7,8 Mb itu terjadi di sepanjang East Anatolian Fault Zone (EAFZ), salah satu zona patahan terpanjang dan kompleks yang melewati Gaziantep.
EAFZ merupakan zona patahan yang terdiri atas beberapa jalur patahan. Gempa dengan skala 7,8 Mb itu terjadi di sepanjang segmen timur dari EAFZ yang dikenal dengan Patahan Amanos.
Gaziantep ini berada di area cekungan yang dikenal dengan Gaziantep Basin.
Muksin menambahkan, biasanya dampak gempa akan lebih kuat di daerah cekungan.
Baca juga: Ahli: Gempa Turki Setara dengan Ledakan 300 Bom Atom Secara Bersamaan
"Gempa di Gaziantep ini bersifat sesar geser mengiri," kata Dr Muksin Umar yang juga merupakan Ketua Program Studi Magister Fisika Fakultas MIPA USK kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Rabu (8/2/2023) malam.
Selain itu, lanjut Muksin, yang didampingi Nadiatul Asra, beberapa saat setelah gempa Gaziantep, gempa dengan skala 7,5 Mb terjadi di sekitar Ekinözü, tepatnya di sepanjang Cyprian arc.
Meski kedua gempa tersebut berada pada zona yang sama, peneliti menyebutkan gempa berskala 7,5 Mb tersebut berada di segmen utara dari EAFZ yang dikenal dengan Patahan Savrun.
Gempa kedua ini, ulas Muksin, diperkirakan terjadi di patahan yang sejajar dengan jalur sesar gempa pertama. Gempa kedua ini berjarak sekitar 100 km utara Gaziantep.
Gaziantep sendiri merupakan kawasan yang terdampak gempa paling parah pada 6 Februari lalu itu. Gaziantep berada di Turkiye yang berbatasan dengan utara Suriah.
Baca juga: UPDATE Gempa Turki - Korban Meninggal 8.764, Harapan Hidup Korban Tertimpa Runtuhan hingga Minggu
Selain East Anatolian Fault Zone (EAFZ), kata Muksin, di bagian selatan Turkiye juga terancam oleh Patahan Dead Sea (Dead Sea Fault Zone, DSFZ) yang membentang dari Afrika hingga ke Turki.
Patahan Dead Sea (Laut Mati) ini membentang melewati Israel, Palestina, Lebanon, Suriah hingga ke Turki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dua-pakar-gempa-dari-Aceh.jpg)