Rabu, 10 Juni 2026

Gempa di Turkiye

Update Korban Gempa Turki-Suriah, Korban Meninggal Dekati 18.000 Orang

Korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Turki dan Suriah bergerak mendekati 18.000 orang per Kamis (9/2/2023) petang WIB.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
Handout / SANA / AFP
Dalam foto selebaran yang diambil oleh kantor berita Sana di Hama, Suriah pada 6 Februari 2023, tim penyelamat mengevakuasi korban dari gedung delapan lantai yang runtuh setelah gempa berkekuatan 7,8 di Turki selatan. 

SERAMBINEWS.COM - Korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Turki dan Suriah bergerak mendekati 18.000 orang per Kamis (9/2/2023) petang WIB.

Presiden Turki Tayyip Erdogan menyebutkan, setidaknya 14.000 kematian telah dilaporkan di wilayah Turki.

Sementara 3.162 orang telah meninggal di Suriah.

Jumlah korban tewas kemungkinan akan terus meningkat, karena begitu banyaknya wilayah dan reruntuhan bangunan yang belum dijangkau tim penyelamat.


Sementara korban luka-luka dari ringan hingga berat mencapai 63.000 orang di berbagai wilayah Turki yang palig parah terdampak bencana.

Tayyip Erdogan mengunjungi Gaziantep, kota cukup besar yang berlokasi dekat perbatasan Suriah-Turki.

Jumlah korban tewas kemungkinan akan terus meningkat, karena begitu banyaknya wilayah dan reruntuhan bangunan yang belum dijangkau tim penyelamat.

Sementara korban luka-luka dari ringan hingga berat mencapai 63.000 orang di berbagai wilayah Turki yang palig parah terdampak bencana.

Tayyip Erdogan mengunjungi Gaziantep, kota cukup besar yang berlokasi dekat perbatasan Suriah-Turki.

Dia mengatakan lebih dari 6.400 bangunan telah hancur, dan menjanjikan pembangunan gedung baru berlantai tiga dan empat di wilayah tersebut dalam waktu satu tahun.

Kondisi di Suriah, terutama di wilayah yang dikontrol pemerintah Damaskus, sangat memprihatinkan karena sulitnya akses bantuan luar.

Baca juga: Sejumlah Perkembangan Terbaru di Turkiye, Dari Internet Sampai Evakuasi Korban Gempa

Dampak Blokade Amerika

Sanksi dan blokade AS dan sekutunya terhadap Suriah benar-benar menghambat pasokan bantuan, meninggalkan ribuan orang menderita di bawah reruntuhan dan daerah yang berhawa sangat dingin.

Seteah menanggung luka perang brutal selama 12 tahun, embargo dan blokade yang dijatuhkan Washington meniadakan upaya bantuan terutama di daerah yang paling parah dilanda gempa.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan sanksi kejam AS terhadap Suriah menghambat operasi kemanusiaan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved