Opini

Pelihara Diri dan Keluarga dari Api Neraka

Pada hari itu tidaklah bermanfaat harta dan anak, melainkan orang-orang yang datang kepada Allah dengan hati yang sehat (selamat).

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Abdul Gani Isa, anggota MPU Aceh dan Staf Pengajar Fakultas Hukum Unmuha Aceh 

Kedua, anjuran beliau “addibu awladakum bi tsalatsati khisalin” Didiklah anakmu dengan tiga hal; (1) mampu membaca al-Qur’an. Al-Qur’an kitab suci umat Islam bahkan petunjuk bagi manusia (hudan linnas).

Al-Qur’an mengajak umat melakukan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya. Isinya hampir sembilan puluh persen berkisar tentang akhlak. Karena tidaklah berlebihan bila Rasulullah saw disebut “khuluquhu al-Qur’an”, akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an.

Jadi Rasulullah adalah diibaratkan seperti Qur’an berjalan. Inilah yang diisyaratkan al-Qur’an dengan kalimat laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah, pada diri Rasulullah sarat dengan nilai contoh teladan yang baik, yakni akhlaqul karimah.

Dan bila umat Islam tidak lagi berpegang teguh dengan al-Qur’an dan al-Sunnah, merupakan awal berada di tepi jurang kehancuran atau berada dalam kesesatan yang nyata. (2) mencintai Rasulullah saw.

Mencintai Rasulullah dengan sering bershalawat kepadanya, mengikuti contoh amaliah dan disiplin menjalankan perintah Allah seperti shalat dan lainnya. Shalat menjadi salah satu hal penting diterapkannya di dalam keluarga, seperti sabdanya: Muru as-shabiya bis shalah idza balagha sab’a sinin, fa idza balagha ‘asyra sinin fadhribuhu ‘alaiha (Suruhlah anak-anakmu mendirikan shalat bila berumur tujuh tahun, bila sudah beranjak sepuluh tahun (tidak mau) maka berilah sanksi kepadanya). (HR. Abu Daud, dan Turmidzi).

Konsep seperti digagas Rasulullah dinilai sangat penting, terlebih dalam era modern, di mana dampak dari pengaruh lingkungan sangat tidak mudah diawasi, namun bila si anak sudah disiplin dengan shalat, insya Allah dengan sendirinya bisa mengawal dirinya masing-masing sekalipun saat berada di luar rumah.

Ketiga, mencintai dan mengenal keluarga Rasulullah saw. Dalam kaitan ini orang tua dianjurkan membawa ke rumah bacaan-bacaan yang bernilai agama, seumpama kisah-kisah keluarga Rasulullah atau lagu, CD yang bernafaskan Islami.

Bahkan yang penting juga mengontrol, mengawasi alat komunikasi yang digunakan termasuk komputer, internet/facebook dan HP.

Ini bisa dilakukan baik melalui contoh dari orang tua, pesan moralitas, nasihat yang santun dan bersifat persuasif dan cara-cara lainnya. Karena menurut Rasulullah, setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah, orang tuanyalah yang menjadikan anak itu menjadi yahudi, nasrani atau majusi (HR. Bukhari Muslim).


Ketiga, Rasulullah juga menganjurkan: akrimu awladakum wa ahsinu adabahum (Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah akhlak mereka). Memuliakan si anak bukanlah berarti memenuhi semua permintaannya atau juga bukanlah memanjakan secara berlebihan.

Bila cara seperti ini yang dipraktikkan, akhirnya bukan si anak yang merasa segan dan hormat kepada orang tuanya, tetapi justru orang tuanya yang merasa takut kepada anaknya. Inilah yang diingatkan Imam Syafi’i ra, Laitsal yatimu alladzi qad mata waliduhu walinnal yatima yatimul ilmi wal adabi (Tidaklah seorang anak itu dinamakan yatim karena meninggal kedua orang tuanya, tapi anak itu dinamakan yatim karena miskin ilmu dan akhlaknya”.

Partisipasi guru

Sekalipun keberhasilan anak dalam sebuah keluarga tidak sepenuhnya di tangan orang tua, karena dalam sistem pendidikan modern juga dikenal adanya keterlibatan guru di sekolah dan masyarakat di luar lembaga rumah tangga.

Namun bila merujuk kepada teori dan konsep pendidikan Rasulullah dan perintah Allah dalam al-Qur’an seperti disebutkan, tanggung jawab utama tetap berada di pihak keluarga dengan dukungan para pendidik di sekolah dan masyarakat.

Karena al-Qur’an dengan tegas mengingatkan orang tua agar tidak menjerumuskan anaknya ke dalam neraka, yang kayu apinya terdiri dari manusia dan batu. Di mana siksaan api neraka lebih dahsyat dari api di dunia sekarang ini.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved