Internasional
Kota Bersejarah, Era Zaman Romawi di Antakya, Turkiye Hancur Diguncang Gempa
Kota bersejarah Antakya di Turkiye, yang dikenal di zaman Romawi dan abad pertengahan sebagai Antiokhia diratakan oleh gempa bumi dahsyat.
SERAMBINEWS.COM, ANTAKYA - Kota bersejarah Antakya di Turkiye, yang dikenal di zaman Romawi dan abad pertengahan sebagai Antiokhia diratakan oleh gempa bumi dahsyat.
Puluhan ribu orang telah meninggal dunia dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal di Turkiye selatan dan Suriah utara setelah gempa 7,8 SR pada 6 Februari 2023.
Tetapi kota kuno Antakya di Turkiye, yang dikenal di Romawi dan abad pertengahan sebagai Antiokhia, telah ada di sini sebelumnya.
Di dunia Romawi akhir abad keempat, dua hari setelah gempa kuat mengguncang perbatasan Turkiye dan Suriah, pengkhutbah Kristen John Chrysostom menyampaikan khotbah kepada jemaat yang ketakutan.
Sebagai seorang sejarawan Kristen di dunia Romawi akhir, penelitian tentang Kristenisasi Antiokhia membawanya ke daerah tersebut pada tahun 2006, 2008 dan 2010.
Hatinya hancur melihat wilayah di mana orang-orang menyambut saya dengan begitu murah hati hancur lagi.
Namun, ada baiknya untuk mengetahui sejarah Antakya yang kaya dan ketangguhan serta keberanian rakyatnya, yang telah membangun kembali kota ini sebelumnya, seperti dilansir The Conversation, Jumat (17/2/2023).
Baca juga: Buku Catatan Reporter: Kengerian dan Kepahlawanan Terlihat Jelas di Zona Gempa Turkiye
Kota ini telah mengenal banyak penguasa dalam sejarahnya yang panjang, dan keragaman agama yang terkenal.
Komunitas Yahudi, Kristen, dan Muslim telah menyebut Antiokhia rumah sejak zaman kuno hingga hari ini.
Dalam Perjanjian Baru, Antiokhia adalah tempat para pengikut Yesus pertama kali disebut "Kristen ", dan Petrus dan Paulus bertemu di kota itu.
Kaisar Romawi sering menghabiskan musim dingin di kota metropolitan yang beriklim sedang.
Guru Yunani abad keempat Libanius menyatakan dalam orasinya: "Di Antiokhia, kota di tepi Sungai Orontes ini begitu indah sehingga para dewa pun lebih suka tinggal di sana."
Kota Yunani dan Romawi kuno ini berada di bawah kendali Muslim pada tahun 637 M, kembali ke kendali Kristen Yunani pada abad ke-10, kendali Muslim secara singkat pada abad ke-11.
Kemudian kendali Kristen barat pada tahun 1098 selama Perang Salib Pertama.
Tentara Salib mendirikan Kepangeranan Antiokhia, yang berlangsung hingga kedatangan bangsa Mongol pada abad ke-13.
Baca juga: Keajaiban Lagi Terjadi, Tiga Orang Selamat Usai 284 Jam Gempa, Korban Tewas Capai 43.844 Orang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kawasan-Rusak-Parah-Diguncang-Gempa-di-Turkiye.jpg)