Viral Medsos
Gegara Kasus Pengeroyokan yang Dilakukan Anak Pejabat Pajak, Kini Bikin Dua Menteri Turun Tangan
Kasus ini membuat 2 menteri, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani & Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas sampai turun tangan & komentari kasus tersebut
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Agus Ramadhan
Gegara Kasus Pengeroyokan yang Dilakukan Anak Pejabat Pajak, Kini Bikin Dua Menteri Turun Tangan
SERAMBINEWS.COM - Kasus pengeroyokan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo (20), anak dari pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu di Jakarta jadi tersangka penganiayaan David (17), putra Jonathan Latumahina, petinggi Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) tak hanya menarik perhatian publik tetapi juga ikut menyeret dua menteri.
Korban yang dirawat di sebuah RS di Jakarta mengalami luka parah pada bagian fisik dan organ dalam dan hingga kini belum sadarkan diri.
Kasus ini membuat dua menteri, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas sampai turun tangan dan komentari kasus tersebut.
Sri Mulyani Turun Tangan
Kasus ini bikin Menteri Keuangan Sri Mulyani turun gunung dan berkomentar, khususnya terkait dengan sorotan pihak keluarga pelaku, Mario Dandy yang disebut-sebut 'mewah'.
Mario Dandy juga kerap menampilkan barang mewah di sosial media. Terbaru, pelaku menunjukkan mobil Rubicon hingga mengendarai Harley.
Kemewahan ini pula yang membuat warganet bertanya-tanya dari mana asal kekayaan orang tua Mario Dandy padahal hanya bekerja sebagai pegawai pajak.
Baca juga: Maafkan Anak Pejabat Pajak yang Aniaya Putranya, Petinggi GP Ansor : Proses Hukum Terus Berlanjut
Kabar ini ternyata sampai ke telinga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sri Mulyani ikut mengecam tindakan kekerasan tersebut dan mendukung penanganan hukum yang dilakukan oleh kepolisian.
Tak hanya itu, Ani, sapaan akrab Sri Mulyani juga mengecam dengan tegas soal gaya hidup mewah yang dipamerkan anak pejabat pajak.
"Tadi malam saya mendapat laporan mengenai kejadian tersebut yang ramai beredar di media sosial. Saya menginstruksikan tim Kemenkeu sebagai berikut," kata Sri Mulyani.
Menurutnya, Kementerian Keuangan akan mendukung penanganan hukum secara konsisten oleh instansi yang berwenang.
Tak hanya itu, Sri Mulyani juga mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan oleh keluarga jajaran Kemenkeu.
Baca juga: Keluarga Mario Dandy Datang dan Minta Maaf, Pengurus GP Ansor Ngaku Tak Akan Cabut Proses Hukum
Sambungnya, gaya hidup mewah ini akan menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Keuangan.