Sabtu, 11 April 2026

Jurnalisme Warga

Lebih Dekat dengan ‘Psychological First Aid’

PFA biasanya diberikan kepada orang yang terkena dampak bencana alam, saat ini juga digunakan untuk mengurangi dampak stres akibat Covid-19.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Arina Izzataki Bardan, mahasiswi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Kopelma Darussalam, Banda Aceh 

Oleh Arina Izzataki Bardan

Mahasiswi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Kopelma Darussalam, Banda Aceh

KESEHATAN mental mungkin sudah familiar di telinga masyarakat awam, tetapi kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di negara kita masih rendah. Pertolongan pertama (first aid) sebetulnya tidak hanya dilakukan pada penyakit fisik saja, tetapi juga pada gangguan psikologis. Istilah medisnya adalah pertolongan psikologis pertama atau ‘psychological first aid’ (PFA).

Suatu peristiwa yang terjadi dan menimpa individu biasanya membuat mereka merasa terpukul, tertekan, cemas, dan bingung. Bahkan, mereka bisa menyalahkan diri sendiri terhadap peristiwa yang terjadi di luar kendali. Salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit tersebut adalah dengan melakukan pertolongan psikologis pertama atau ‘psychological first aid’ (PFA).

PFA merupakan serangkaian keterampilan dan langkah pertama yang digunakan untuk mengurangi dampak stres dan mencegah munculnya perilaku negatif yang disebabkan oleh suatu keadaan yang tidak menyenangkan atau situasi kritis yang dihadapi individu. Tujuan dilakukannya PFA ini adalah untuk memberikan rasa aman, tenang, dan memberikan harapan baru kepada penyintas (korban yang selamat).

PFA biasanya diberikan kepada orang yang terkena dampak bencana alam, saat ini juga digunakan untuk mengurangi dampak stres akibat Covid-19.

Mahasiswi Psikologi USK Jadi Duta Potensi Pemuda Indonesia, Begini Proses Seleksinya

PFA dapat dilakukan oleh siapa saja yang sudah mendapatkan pelatihan atau sosialisasi, termasuk masyarakat umum. PFA dapat diberikan kepada orang yang memerlukan bantuan secara mental, baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun manusia lanjut usia (manula). Namun, ada beberapa golongan yang diprioritaskan, seperti:

- orang yang mengalami cedera serius hingga mengancam jiwa;

- orang yang mengalami kejadian traumatis sehingga tidak dapat mengurus dirinya sendiri;

- orang yang memiliki kemumgkinan untuk menyakiti diri sendiri dan orang lain; dan

- orang yang baru saja mengalami kejadian kritis dan traumatis juga harus sesegera mungkin diberikan pertolongan pertama.

Berikut beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk membantu memberikan PFA:

- membawa penyintas ke tempat yang dirasa cukup aman;

- memperkenalkan diri dan peran sebagai ‘PFA giver’ kepada penyintas pada saat situasi sudah lebih aman;

- segera memberikan kebutuhan dasar yang dibutuhkan penyintas; dan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved