Jumat, 10 April 2026

Video

VIDEO - Kapal Sayur Layani Ekspor Perdana di Pelabuhan Kuala Langsa

Kedua kapal tersebut termasuk dalam jenis general cargo dalam istilah yang populer di kalangan pelaku ekspor impor disebut kapal sayur. 

Penulis: Zubir | Editor: m anshar

 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM,  - Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki diwakili Kadishub Aceh T Faisal, pada Selasa (7/3/2023) melaunching ekspor perdana di Pelabuhan Kuala Langsa, pertanda diaktifkannya kembali salah satu pelabuhan tertua di Aceh itu.  

Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Kepresidenan yang juga mantan Mentri Perikanan Prof. Rokhmin Dahuri, Pj Wali Kota Langsa Said Mahdum Majid, Kepala Perwakilan Kemenkeu Aceh Safuadi, serta Pj Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman.

Kadishub Aceh T Faisal, menyampaikan terima kasih dan penghargaan serta selamat kepada semua pihak khususnya Pemko Langsa atas kegiatan ekspor perdana komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan melalui Pelabuhan Kuala Langsa ini.

Menurutnya, peresmian ekspor perdana komoditas unggulan daerah ini merupakan suatu capaian yang tentunya harus disyukuri.

Kegiatan ekspor yang dilaunching kali ini diharapkan berbeda dengan kegiatan ekspor yang sebelumnya dilakukan oleh para eksportir/importir. 

Jika ekspor/impor sebelumnya sifatnya personal, tidak rutin atau tidak terjadwal.

Pelayaran ini akan menggunakan dua unit kapal kayu, yaitu KM Nagata 75 GT milik Muslim dari Banda Aceh, dan KM Bowou Farungo 108 GT  milik Anto dari Tanjung Balai Asahan. 

Kedua kapal tersebut termasuk dalam jenis general cargo yang bisa membawa muatan barang campuran, dalam istilah yang populer di kalangan pelaku ekspor impor disebut kapal sayur. 

KM Nagata akan membawa muatan berapa ton ikan dengan tujuan Port Klang Malaysia. 

Sedangkan KM Bowou Farungo akan membawa berapa ton dengan tujuan Lumut Port dan Hutan Melintang Malaysia. 

Kegiatan ekspor ke Malaysia dan Thailand ini merupakan perwujudan nota kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang ditandatangai dalam pertemuan tingkat Menteri di Langkawi pada  20 Juli 1993. 

Dalam nota kerjasama tersebut, Aceh termasuk sebagai salah satu wilayah prioritas kerjasama IMT GT. (*)

Narator: Syita

Video Editor: M Anshar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved