Jumat, 10 April 2026

Video

VIDEO Serangan Udara Israel Hancurkan Beirut, Bangunan Rusak

Kerusakan besar terlihat di Beirut pada Rabu (8/4/2026), menyusul serangan udara Israel yang disebut paling intens sejak invasi Lebanon 1982

Editor: Aldi Rani

SERAMBINEWS.COM - Kerusakan besar terlihat di Beirut pada Rabu (8/4/2026), menyusul serangan udara Israel yang disebut paling intens sejak invasi Lebanon 1982, meskipun ada gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.

Rekaman video menunjukkan bangunan hancur dan puluhan kendaraan terbakar, dengan tim penyelamat dan pemadam kebakaran beroperasi di lokasi.

Puluhan orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Menteri Kesehatan Masyarakat Lebanon, Rakan Nassereddine, mengatakan ratusan orang tewas dan terluka di seluruh negeri akibat gelombang serangan tersebut.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut telah melakukan "serangan terkoordinasi terbesar", menargetkan lebih dari 100 lokasi Hizbullah, termasuk pusat komando dan infrastruktur militer di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan.

Perdana Menteri Lebanon Nawwaf Salam menuduh Israel "mengabaikan semua upaya regional dan internasional untuk menghentikan perang," dan menyerukan campur tangan mitra internasional.

Eskalasi ini terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menyetujui penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Teheran membuka kembali Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan angkatan bersenjata Teheran akan menghentikan operasi pertahanan jika serangan terhadap negara itu berhenti. (*)

Editor: Aldi Rani
VO: Siti Masyithah

Baca juga: Iran Ancam Kembali Berperang Usai Israel Gempur Lebanon, Hizbullah Balas Serangan

Baca juga: Trump Bela Israel soal Serangan ke Lebanon, Sebut Tak Termasuk Gencatan Senjata, Iran Murka

Baca juga: Iran Tegas Lebanon Harus Masuk dalam Perjanjian Gencatan Senjata dengan AS-Israel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved