Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

Lawan Rusia, Presiden Ukraina Minta Bantuan Jet Tempur dan Rudal atau Perang Lebih Lama

Kali ini Zelenskyy mendesak agar Uni Eropa (UE) mengirim lebih banyak jet tempur dan rudal agar perang tidak memanjang

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
AFP
Pasukan Ukraina berjalan menuju markas mereka di dekat garis depan di wilayah Donetsk pada 4 Februari 2023. 

Lawan Rusia, Presiden Ukraina Minta Bantuan Jet Tempur dan Rudal atau Perang Lebih Lama

SERAMBINEWS.COM - Perang antara Ukraina melawan Rusia terus berlanjut.

Rusia yang memiliki kekuatan militer kuat terus berusaha merebut wilayah Ukraina.

Tapi militer Ukraina pantang menyerah mempertahankan tanah airnya.

Bahkan Ukraina meminta bantuan negara-negara Barat dan Uni Eropa untuk memasok lebih banyak persenjataan.

Ukraina juga meminta jet tempur dan rudal supaya bisa melawan kekuatan militer Rusia

Presiden Ukraina, Vlodomyr Zelenskyy, masih belum berhenti meminta bantuan.

Baca juga: Presiden AS Dukung Penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin, Joe Biden: Dia Penjahat Perang

Kali ini Zelenskyy mendesak agar Uni Eropa (UE) mengirim lebih banyak jet tempur dan rudal agar perang tidak memanjang.

Berbicara di dalam kereta setelah kunjungan ke wilayah perang, Zelenskyy menyambut baik rencana UE baru-baru ini untuk mengirim 1 juta peluru artileri.

Namun, Zelenskyy meminta lebih banyak jet tempur dan rudal yang diklaim akan lebih efektif untuk memukul mundur pasukan Rusia.

Jika permintaannya itu tidak segera dikabulkan, Zelenskyy menilai perang akan berlangsung semakin lama.

Baca juga: Ancaman China Meningkat, Taiwan Pamer Drone Tempur,Terinspirasi Drone Iran Dipakai Rusia di Ukraina?

"Jika Eropa menunggu, kejahatan (Rusia) mungkin punya waktu untuk berkumpul kembali dan bersiap menghadapi perang bertahun-tahun.

Adalah tugas Anda untuk mencegah hal ini," kata Zelenskyy, seperti dikutip Al Jazeera.

Lebih lanjut, Zelenskyy merasa UE telah menunda keputusan untuk menyediakan senjata jarak jauh dan pesawat tempur modern.

UE juga dianggap terus menunda pembicaraan terkait bergabungnya Ukraina ke organisasi regional tersebut.

Baca juga: Profil Jaksa ICC Karim Khan yang Rilis Surat Penangkapan Vladimir Putin, Kini Diselidiki Rusia

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved