Berita Aceh Timur
183 Warga Rohingya Terdampar di Peureulak
Ketua Komisi I DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky, melaporkan secara tertulis perihal Rohingya terdampar di Aceh Timur itu kepada Kepala Satgas PPLN Pusa
SERAMBINEWS.COM, IDI - Sebanyak 183 warga Rohingya terdampar di Perairan Desa Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, pada Senin (27/3/2023) sekitar pukul 03.30 WIB. Pengungsi itu terdiri atas 70 perempuan, 20 remaja, tiga balita, dan selebihnya laki-laki dewasa.
Informasi tersebut awalnya diketahui Serambi dari live video tokoh masyarakat Peureulak, Barmawi Yusuf, di akun facebooknya. Ketua Komisi I DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky, melaporkan secara tertulis perihal Rohingya terdampar di Aceh Timur itu kepada Kepala Satgas PPLN Pusat, UNHCR Indonesia, dan IOM Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri, Senin (27/3/2023), meninjau warga Rohingya tersebut. Menurutnya, masyarakat sudah memberikan makanan kepada mereka. Sementara petugas medis dari Puskesmas Peureulak yang juga berada di lokasi memberikan pengobatan kepada warga Rohingya.
"Kita sedang berdiskusi dengan Kapolres Aceh Timur, dan Pak Sekda untuk membahas penanganan Rohingya ini selanjutnya," ungkap Fattah Fikri. Sesuai harapan Keuchik Matang Peulawi, Safuadi, migran Rohingya selanjutnya agar ditangani oleh pemerintah.
Menurut keterangan Keuchik Matang Peulawi, rombongan migran Rohingya itu sengaja diturunkan dari satu boat yang berangkat dari Myanmar. "Mereka diturunkan sekitar pukul 03.00 WIB. Ada warga melihat mereka sudah sampai di Masjid Matang Peulawi, kemudian warga mengecek ke pantai ternyata mereka sudah diturunkan dari kapal, sedangkan kapalnya sudah tidak ada lagi," ungkap dia.
Saat ini, tambah Fattah, warga Rohingya tersebut ditempatkan di balai samping Masjid Matang Peulawi. "Secara umum kondisi mereka baik-baik saja. Sudah diberikan makan dan minum serta sedang dicek kesehatan," jelas Fattah Fikri.
Menurut keterangan warga Rohingya yang bisa berbahasa Melayu, mereka naik boat dari Myanmar dengan tujuan Malaysia. Tapi, mereka tak tahu tiba-tiba diturunkan di sini (Peureulak-red). "Mungkin mereka memang dibuang kemari. Sebab, tujuan mereka ke Malaysia tapi diturunkan di Aceh," pungkasnya.
Rizal, pendamping lokal Gampong Matang Peulawi, mengatakan setelah warga Rohingya mendarat di desa itu, warga langsung membawa mereka ke balai desa setempat. "Tadi pagi (kemarin-red) warga masak nasi, mi instan, dan telur untuk diberikan kepada warga Rohingya. Pada siangnya, warga juga memasak untuk memberikan makan siang kepada pengungsi itu," jelasnya.
Menurut Rizal, warga juga memberikan pakaian untuk warga Rohingya. "Pada pagi hari, tahap pertama diberikan pakaian bekas tiga goni. Tahap kedua ditambah dua goni lagi pakaian bekas, termasuk pampers untuk anak-anak," ungkap Rizal. Selain itu, petugas medis dari Puskesmas Peureulak sudah memberikan pengobatan bagi 38 warga Rohingya yang sakit.
Camat Peureulak, Nasri, mengharapkan pihak UNHCR dapat segera mengevakuasi warga Rohingya tersebut ke lokasi yang layak. "Secara kemanusiaan, warga sudah membantu memberikan makan, pakaian, dan pengobatan kepada mereka. Tapi, jika sudah berhari-hari, warga juga tidak mampu," jelas Nasri. (sn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rohingya-terdampar-di-peurelak-2218181.jpg)