Selasa, 19 Mei 2026

Luar Negeri

Tentara Israel Serang Pertandingan Sepak Bola Palestina, Presiden PFA: Ini Terorisme

Akibatnya, pertandingan final Abu Ammar Cup harus dihentikan selama satu jam karena banyak pemain dan suporter yang kesulitan bernapas.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
JAAFAR ASHTIYEH / AFP
Seorang pengunjuk rasa Palestina mengembalikan tabung gas air mata di tengah bentrokan dengan pasukan keamanan Israel menyusul demonstrasi menuntut pembukaan jalan di sekitar kota Nablus, yang ditutup oleh tentara Israel sejak 11 Oktober setelah orang-orang bersenjata Palestina membunuh seorang tentara Israel di dekat pemukiman Shavei Shomron di Tepi Barat yang diduduki, pada 21 Oktober 2022. - Sedikitnya enam warga Palestina tewas dan 21 lainnya terluka setelah pasukan Israel menyerbu beberapa daerah di Tepi Barat yang diduduki, kata pejabat Palestina. 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Presiden Asosiasi Sepak Bola palestina (PFA) Jibril Rajoub mengecam serangan gas air mata yang dilancarkan pasukan pendudukan Israel ke Stadion Internasional Faisal Al Husseini di Al-Ram, utara Yerusalem, Kamis malam (30/3/2023).

Kantor berita PalestinaWAFA, Jumat (31/3), melaporkan, pasukan Israel menerobos Stadion Faisal Al Husseini dan menembakkan gas air mata ke lapangan dan tribune.

Akibatnya, pertandingan final Abu Ammar Cup harus dihentikan selama satu jam karena banyak pemain dan suporter yang kesulitan bernapas.

Rajoub menyebut serangan itu sebagai "serangan yang direncanakan untuk melukai rakyat dan para pemain kami."

Dia juga menyebut serangan ini sebagai "noda di dahi pendudukan (Israel).

 Rajoub memastikan pihaknya "akan menjangkau seluruh dunia, termasuk asosiasi sepak bola Asia dan internasional untuk menghentikan terorisme ini dilakukan terhadap olahraga dan para atlet Palestina."

"Kami percaya bukti ini dapat menjadi dasar untuk mengonfrontasi kejahatan-kejahatan yang dilakukan pendudukan (Israel) terhadap rakyat kami dan olahraga kami oleh para neo-Nazi ini," tutur Rajoub.

Baca juga: Israel Tembak Gas Air Mata ke Stadion saat Laga Final Liga Palestina, Puluhan Suporter Jadi Korban

Middle East Eye melaporkan, sejumlah pemain sepak bola Palestina dan suporter, termasuk anak-anak, mengalami sesak napas karena menghirup gas air mata dan harus dirawat di lapangan.

Tiga orang dilaporkan dilarikan ke rumah sakit.

 
Selain Rajoub, pertandingan final antara klub Markaz Balata dan Jabal Al-Mukaber itu dihadiri Konsul Jenderal Turki untuk Palestina Ahmet Riza Demirer.

Middle East Eye mengutip PFA melaporkan, serangan tersebut terjadi saat jeda turun minum.

"Tanpa peringatan, tentara-tentara pendudukan menghujani stadion dengan bom gas yang jatuh di lapangan dan di antara tribune, di mana ratusan penggemar, termasuk anak-anak, berada," bunyi pernyataan yang dirilis PFA.

Pada Februari 2023, pasukan Israel menghancurkan sebagian bangunan Jenin Football Club saat menyerbu Kota Jenin.

Pada Oktober 2022, pengadilan Israel menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada pemain Timnas Palestina, Tariq Al-Araj.

Dia didakwa atas tuduhan menjadi anggota "kelompok terlarang" setelah ditahan di sebuah pos pemeriksaan militer di Jenin.

Baca juga: Politeknik Aceh Penyelenggara Beasiswa SDM Sawit Tahun 2023, Ditetapkan BPDPKS Kementerian Keuangan

Baca juga: Irjen Kemenag Minta Petugas Layani Jamaah Haji Lansia dengan Baik, Tak Siap, Mundur, Aceh 219 Lansia

Baca juga: Viral Anggota DPRD Pelalawan Nazaruddin Pamer Tumpukan Uang, Segini Jumlah Harta Kekayaannya

Kompas.tv: Pasukan Israel Serang Pertandingan Sepak Bola Palestina, Presiden PFA: Ini Terorisme

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved