Berita Aceh Timur

Ironi Korban Bencana Alam, Sudah 4 Bulan Rumah Rusak Dihantam Banjir Bandang, Bantuan belum Ada

“Laporannya sudah kita teruskan ke Dinas Sosial dan BPBD, tapi hingga saat ini belum ada bantuan apa pun,” ungkap Taufiq Hidayat.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Saifullah
DOK CAMAT SERBAJADI
Camat Serbajadi Lokop, Taufiq Hidayat dan jajaran saat mengecek rumah Abdurrahman yang rusak dihantam banjir bandang di Dusun Celike, Desa Leles, Kecamatan Serbajadi Lokop, Aceh Timur, Senin (15/1/2023) malam lalu. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Abdurrahman, korban yang rumahnya rusak berat dihantam banjir bandang Sungai Celike, Desa Leles, Kecamatan Serbajadi Lokop, Aceh Timur masih menunggu bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur.

“Sudah hampir 4 bulan, pasca rumah Abdurrahman rusak berat dihantam banjir bandang pada Senin malam 15 Januari 2023 lalu, hingga saat ini belum ada bantuan apa pun dari Pemkab Aceh Timur,” ungkapnya kepada awak media.

Camat Serbajadi Lokop, Taufiq Hidayat membenarkan bahwa belum ada bantuan apa pun yang disalurkan untuk korban pasca kejadian musibah banjir bandang pertengahan Januari lalu.

“Waktu itu, permohonan bantuan tanggap darurat sudah kita kirimkan ke BPBD dan Dinas Sosial, tapi informasinya tidak ada anggaran sehingga sampai saat ini belum ada bantuan apa pun disalurkan untuk korban,” ungkap Camat Serbajadi, Taufiq Hidayat.

Camat Taufiq mengaku, musibah banjir bandang saat itu terjadi pada Senin (15/1/1023) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Musibah ini menyebabkan dua unit rumah rusak karena dihantam material kayu, batu, dan tanah yang dibawa banjir bandang.

Baca juga: 16 Kecamatan Terdampak Banjir Bandang di Lahat, Seorang Meninggal dan Puluhan Rumah Hanyut

Salah satu rumah yang rusak yakni milik Abdurrahman berupa keude warung nasi yang selama ini kerap disinggahi pengguna jalan lintas Blang Kejeren-Aceh Timur.

Posisi warung Abdurrahman berada di tepi jalan lintas Lokop, Aceh Timur-Pinding, Gayo Lues, dan di belakang rumah tersebut terdapat Sungai Celike.

“Hari pertama pasca kejadian kami (Camat, Pos Ramil Lokop, Kasubsektor Serbajadi, dan Keuchik Leles), langsung turun ke lokasi mengecek kerusakan dampak banjir bandang,” urai Camat.

“Laporannya sudah kita teruskan ke Dinas Sosial dan BPBD, tapi hingga saat ini belum ada bantuan apa pun,” ungkap Taufiq Hidayat.

Tidak hanya merusak dua unit rumah warga, jelas Camat, material banjir bandang saat itu juga menimbun badan jalan Lokop-Pinding.

Tapi hal tersebut ditangani oleh PT Wanita Mandiri Perkasa selaku rekanan yang mengerjakan ruas jalan segmen 3 proyek multiyears itu.

Baca juga: VIDEO - Banjir Bandang Terjang Aceh Utara, Puluhan Rumah Warga Rusak Berat dan Hanyut

“Sudah dua kali, Abdurrahman ini rumahnya dihantam banjir bandang, tapi kini dia sudah pindah ke posisi yang lebih aman namun masih di desa yang sama,” ungkap Camat.

Sementara itu, Abdurrahman mengaku, saat terjadi banjir bandang kala itu ia berusaha menyelamatkan keluarga dan sebisa mungkin menyelamatkan barang berharga miliknya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved