Ramadhan Mubarak
Pahala Ramadhan dan Dosa Utang
Dalam hadis lain yang dirawikan Muslim, disebutkan, “semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni Allah kecuali utang”.
Oleh Prof Dr Al Yasa’ Abubakar MA
Aanggota Dewan Pengawas Syariah Bank Aceh
DALAM sebuah hadis disebutkan lebih kurang, “orang yang menunaikan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan kesungguhan, maka akan diampuni Allah semua dosa masa lalunya”.
Menurut para ulama dosa yang akan diampuni tersebut adalah dosa kepada Allah, bukan dosa kepada orang, karena ada hadis yang menyatakan bahwa dosa kepada orang tidak akan diampuni sebelum dimaafkan oleh orang yang menjadi korban.
Salah sebuah hadis tersebut dirawikan oleh al-Bukhari dan Muslim, lebih kurang bermakna, “Barang siapa mempunyai kezaliman kepada saudaranya mengenai harta dan kehormatannya, hendaklah dia meminta kepada saudaranya yang terzalimi tersebut untuk dilepaskan dari dosa itu sebelum datang hari dimana tidak ada lagi dinar dan dirham (hari Kiamat).
Di sana akan digunakan amal (pahala) untuk membayar dosa. Kalau pahala orang yang menganiaya tidak cukup untuk menebus dosanya, maka dosa orang yang teraniaya yang akan dipikulkan kepada orang yang menganiaya tersebut”.
Dalam hadis lain yang dirawikan Muslim, disebutkan, “semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni Allah kecuali utang”.
Dalam hadis lain diriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “bahwa beriman dan berjihad merupakan amal yang paling baik. Lalu seorang Sahabat bertanya, wahai Rasulullah sekiranya saya syahid dalam jihad (perang di jalan Allah) apakah semua dosa saya akan diampuni. Rasulullah menjawab, ya semua dosamu akan diampuni”.
Namun setelah itu Rasulullah meralat ucapannya. Beliau berkata, Jibril datang memberitahu bahwa semua dosa orang yang syahid akan diampuni kecuali dosa utang yang tidak dibayar.
Dalam hadis lain riwayat Ahmad, disebutkan “bahwa orang yang mati meninggalkan utang maka di hari akhirat nanti pahala yang dia miliki yang akan digunakan untuk mebayar utang yang tidak dilunaskan ketika di dunia.
Dalam hadis Jabir bin Abdullah disebutkan, seorang Sahabat meninggal dunia, lalu jenazahnya dibawakan kepada Rasulullah untuk dishalatkan.
Rasulullah bertanya apakah dia meninggalkan utang, Sahabat menjawab ada ya Rasulullah sebanyak dua dinar. Rasul berkata kalian saja yang menshalatkannya.
Seorang Sahabat berkata, ya Rasulullah saya yang akan melunasi utangnya. Setelah ada jaminan ini Rasulullah ikut menshalatkannya.
• Puasa Ramadhan tapi Meninggalkan Shalat, Bagaimana Hukumnya?
Beberapa hari setelah itu Rasulullah bertanya kepada orang yang menjamin, apakah utang orang yang meninggal kemarin sudah dilunasi.
Ketika diberi jawaban belum, Rasulullah meminta agar utang tersebut segera dilunasi karena orang yang meninggal akan tersiksa sekiranya utang itu belum dilunasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/alyasa-abubakar_20150703_173334.jpg)