Kupi Beungoh

Secuil Makna Zakat Fitrah

Zakat fitrah identik dengan salah satu ibadah yang ditunaikan pada akhir bulan Ramadhan dan penyempurnaan ibadah puasa yang dilaksanakan selama sebula

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Ridwan Nurdin, Ketua Umum PW Al Jamiatul Washliyah Aceh 

Oleh Ridwan Nurdin*)

SAMPAI detik ini, zakat diyakini sebagai solusi pengentasan masyarakat dari kemiskinan.

Pilar penting zakat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat.

Gegap gempita zakat sejatinya tidak terbatas pada bulan suci Ramadhan.

Di luar itu, pada dasarnya bagaimana zakat dapat menghadirkan wawasan yang membangkitkan aliterasi finansial bagi umat Islam.

Rasulullah SAW bersabda, “Bentengilah harta kalian dengan Zakat, Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah, siapkanlah doa untuk bala bencana” (HR Abu Dawud).

Mudah Tanpa Perlu Tatap Muka, Bagaimana Hukum Bayar Zakat Fitrah Pakai QRIS?

Zakat fitrah identik dengan salah satu ibadah yang ditunaikan pada akhir bulan Ramadhan dan penyempurnaan ibadah puasa yang dilaksanakan selama sebulan penuh.

Dengan mengeluarkan seukuran tententu dari makanan pokok untuk mereka yang berhak menerimanya.Uniknya, zakat fitrah ini tidak hanya ditunaikan mereka yang memiliki harta berlebih, tapi juga masyarakat biasa yang hukumnya adalah fardhu ‘ain (kewajiban individu).

Ini tentu saja menjadi manarik bila dikaitkan dengan manusia sebagai makhluk sosial, Sebab ketika seseorang mengeluarkan Zakat Fitrah, ada pihak yang mengelolanya dan ada pihak yang menerimanya, maka terjadilah Silah (hubungan) sosial, Lantas, bagaimana hubungan sosial itu bisa terdorong oleh zakat fitrah.

Melalui zakat fitrah, suatu komunitas terbangkitkan untuk saling mengenal (ta’aruf) karena di sana ada unsur yang mengeluarkan zakat (Muzakki), pengelola zakat (Amilin), dan yang berhak menerima zakat (mustahik).

Dengan begitu, orang bisa terhubungkan secara sosial sehingga mereka terdorong untuk saling mengenali satu sama lain.

Bolehkah Zakat Fitrah Diberikan Kepada Kiai atau Guru Ngaji?

Zakat fitrah juga tidak hanya memungkinkan saling mengenal, tapi juga memungkinkan untuk tafahum (saling memahami).

Betapa tidak, ketika pengumpulan data Mustahik pada setiap lingkungan terjadi pendataan potensi masyarakat dilingkungannya, itu sebabnya zakat fitrah sangat memungkinkan orang untuk saling memahami kondisi satu sama lain, baik dari kelebihannya maupun kekurangannya,atau mungkin problem hidup yang tengah dihadapinya.

Melalui zakat fitrah, maka orang terdorong untuk bisa lebih tahu dan paham tentang kesiapan mereka.

Jadi, jangan sampai ada orang yang wajib mengeluarkan zakat tidak teringatkan, dan jangan sampai ada yang berhak menerima zakat tidak tersantuni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved