Berita Bireuen
Ruko Pangkalan Gas 3 Kg di Bireuen Terbakar Dinihari, Pemilik Lolos dari Maut
Tiba-tiba ia melihat dari sakelar/cok listrik di dinding bagian dalam toko ke luar percikan api dan menyambar 2 jerigen BBM pertalite yang berada di..
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Tiba-tiba ia melihat dari sakelar/cok listrik di dinding bagian dalam toko ke luar percikan api dan menyambar 2 jerigen BBM pertalite yang berada di lantai di bawahnya dan terjadilah kebakaran.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Satu rumah toko (ruko) permanen yang berfungsi sebagai pangkalan gas elpiji 3 kilogram, juga menjual Bahan Bakar Minyak (BBM), bengkel mini, ganti oli sepeda motor, di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, milik Baihaqi (25) di Gampong Rambong Payong, Kecamatan Peulimbang, Kabupaten Bireuen terbakar sekitar pukul 01.30 WIB, Rabu (03/05/2023).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Lima mobil pemadam kebakaran dari pos pembantu Simpang Mamplam dan Pos Induk Kota Bireuen
dikerahkan ke lokasi.
Petugas berhasil memadamkan kobaran apinya.
Keterangan diperoleh Serambinews.com, ruko tersebut ditempati bersama ibu dan tiga adiknya, satu ruang bagian depan dimanfaatkan sebagai tempat usaha jualan gas, bengkel mini maupun ganti oli.
Saat kejadian, pemilik rumah dan keluarganya sudah tidur di kamar bagian belakang ruko tersebut.
Baihaqi menjelaskan, sesaat sebelum kejadian, posisinya sedang di dalam toko.
Tiba-tiba ia melihat dari sakelar/cok listrik di dinding bagian dalam toko ke luar percikan api dan menyambar 2 jerigen BBM pertalite yang berada di lantai di bawahnya dan terjadilah kebakaran.
"Posisi saya dalam toko, saat terjadi kebakaran saya langsung lari ke luar dan meminta bantuan warga sekitar. Saat itu ibu dan adik sedang tertidur di ruang belakang Ruko, juga langsung ke luar menyelamatkan
diri," jelas korban.
Melihat kobaran api, warga dan anggota Polisi-TNI langsung datang ke lokasi melakukan upaya pertolongan dan
juga meminta bantuan kepada pemadam kebakaran.
Tidak lama berselang, mobil pemadam tiba di lokasi.
Kobaran api dapat dipadamkan, sambung warga yang mendampingi korban saat dini hari itu.
Baihaqi menambahkan, akibat musibah tersebut sebanyak 100 tabung gas elpiji 3 kilogram terbakar, terdiri 50 tabung masih berisi gas, dan 50 tabung kosong, oli dalam 1 drum, juga sejumlah oli kendaraan dalam botol terbakar.
Kerugian ditaksir ±50 juta rupiah, terangnya.
Ruko tersebut ditempati Zikriati (38), Ismaturrahmi (20), Radhifa Ulya (15) dan Hafizatul Amna
(5). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-pemadam-sedang-memadamkan-kobaran-api-kebakaran-ruko-pangkalan-gas-elpiji.jpg)