Salam Serambi

Cegahlah Sejak Dini

Dari banyak faktor itu ada satu fakta yang membuat miris dan sangat patut mendapat perhatian kita semua. Yakni, terdapat sejumlah kasus pernikahan din

Editor: Ansari Hasyim
NET
Ilustrasi pernikahan dini 

SERAMBINEWS.COM -Sebuah fakta mencengangkan diperoleh wartawan Serambi saat menelusuri kasus pernikahan dini di Aceh. Dalam 5 tahun terakhir, tercatat 2.784 kasus di seluruh Aceh. Di Mahkamah Syar’iyah, kasus pernikahan dini ini terdata sebagai dispensasi nikah yang diajukan oleh para orang tua untuk menikahkan anak mereka di usia muda.

Kasus pernikahan dini cenderung naik dari tahun ke tahun. Dimulai 75 kasus terjadi pada tahun 2018, terus naik menjadi 198 kasus pada tahun 2019, 879 kasus pada tahun 2020, dan 882 kasus pada tahun 2021. Sementara pada tahun 2022 sedikit menurun, yakni menjadi 750 kasus.

Awas, Anak dari Pernikahan Dini Beresiko Stunting

Perkara dispensasi terbanyak dalam tiga tahun ini tercatat di Mahkamah Syar’iyah Sigli (Pidie), yaitu tahun 2020 (135 perkara), tahun 2021 (132 perkara), dan tahun 2022 (84 perkara).
Disusul Mahkamah Syar’iyah Takengon (Aceh Tengah) yaitu 127 perkara pada tahun 2020, 111 perkara pada tahun 2021, dan 124 perkara pada tahun 2022; serta Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon (Aceh Utara) yaitu 88 perkara tahun 2020, 121 perkara pada tahun 2021, dan 108 perkara pada tahun 2022.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Meutia Juliana, kepada media ini Kamis (4/5/2023) mengatakan, angka perkawinan anak (pernikahan dini) di Aceh memang masih berada di bawah angka nasional, namun memperlihatkan pergerakan naik yang cukup signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh pada tahun 2020 menyatakan bahwa angka perkawinan anak di Aceh tahun 2019 mencapai 6,59 persen (meningkat dari tahun 2018 yang berada pada 5,29 persen).

Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kasus pernikahan dini di Aceh. Salah satunya adalah kemiskinan dan kesalahan persepsi orang tua dalam menangani anak perempuan.

Misalnya anggapan menikahkah anak perempuan akan mengurangi beban keluarga, lamaran sebagai bantuan keuangan, dan tidak bersekolah lebih baik dinikahkan.

Dari banyak faktor itu ada satu fakta yang membuat miris dan sangat patut mendapat perhatian kita semua. Yakni, terdapat sejumlah kasus pernikahan dini karena anak hamil di luar nikah.

"Catatan tahun 2020, LBH Apik Aceh menyebutkan sebanyak 14 kasus khalwat di Aceh Utara dan Aceh Tengah diselesaikan dengan cara menikahkan mereka baik sesama pelaku yang masih anak-anak maupun dengan orang yang sudah dewasa,” ungkap Meutia Juliana, Plt Kepala DP3A Aceh.

Menurutnya, penanggulangan kasus pernikahan dini ini tidak bisa dilakukan satu arah. Tapi, perlu ada sinergitas dari semua pihak melakukan berbagai berupa upaya preventif untuk penanganan dan pencegahan.

Sebab, jika dilihat dampaknya, maka perkawinan dini tidak bisa dianggap sepele, karena dampaknya tidak hanya merugikan anak maupun keluarga, tapi secara keseluruhan juga merugikan negara.

Misalnya, banyak anak yang menikah dini terpaksa harus putus sekolah, sehingga berdampak buruk bagi masa depan mereka dan keturunannya. Lalu dari sisi kesehatan juga terdapat dampak serius, terutama bagi anak perempuan.

Menikah dan hamil di usia muda akan menempatkan anak perempuan dalam kondisi berisiko tinggi.
Tak hanya mengalami gangguan kesehatan pada organ reproduksi, tapi bisa juga menyebabkan kanker dan kematian termasuk kematian anak yang dikandung atau yang dilahirkannya.

Dampak lainnya, bisa melahirkan generasi stunting, cekcok dan kekerasan dalam rumah tangga, hingga berujung pada perceraian dini.
Maka, cegahlah pernikahan dini ini sedini mungkin. Caranya, orang tua harus peduli dengan pendidikan dan tumbuh kembang anaknya.

Kemudian, orang tua juga harus menjalin komunikasi intensif dengan guru dan para tetangga, agar perkembangan anak terdeteksi sejak dini.(*)

POJOK:

2.784 kasus nikah dini terjadi di Aceh

Baca judul ini jadi ingat sinetron ya

PBB wanti-wanti dunia soal rekor suhu panas tahun ini

Ingat, suhu boleh panas, tapi jagalah hati agar tetap dingin

Peta koalisi besar kemungkinan berubah banyak seperti bolah liar

Nah, yang ini kayaknya susah didinginkan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved