Senin, 11 Mei 2026

Berita Aceh Jaya

Tabrakan di Aceh Jaya Renggut 6 Nyawa

"Kata saksi yang ada dalam mobil, Toyota Rush banting stir dan kemudian menghantam mobil Kia Pregio.” YUDI WIYONO, Kapolres Aceh Jaya

Tayang:
Editor: mufti
IST
LIHAT MOBIL TERLIBAT TABRAKAN - Warga melihat mobil Toyota Rush dan mopen jenis Kia Pregio (insert) yang terlibat tabrakan ‚laga kambing‘ di Jalan Banda Aceh-Meulaboh, kawasan Desa Babah Nipah, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, pada Senin (8/5/2023) sekitar pukul 13.00 WIB. 

"Kata saksi yang ada dalam mobil, Toyota Rush banting stir dan kemudian menghantam mobil Kia Pregio.” YUDI WIYONO, Kapolres Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Kecelakaan maut terjadi di Km 116 Jalan Banda Aceh-Meulaboh kawasan Desa Babah Nipah, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, pada Senin (8/5/2023) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Tabrakan ‘laga kambing’ antara mobil Toyota Rush dan mobil penumpang (mopen) Kia Pregio itu menyebabkan enam orang meninggal dunia dan tujuh lainnya luka parah.

"Benar bang, enam orang meninggal," ujar Kapolres Aceh Jaya, AKBP Yudi Wiyono, melalui Kasat Lantas, Iptu Asy'ari, menjawab Serambi via telepon selulernya, tadi malam. Menurutnya,

Toyota Rush B 2165 KZD ditumpangi oleh enam orang termasuk sopir. Sementara mopen Kia Pregio BL 1894 KL ditumpangi oleh 10 orang termasuk sopir.

Lebih lanjut, Kasat Lantas menyampaikan, dalam mobil Kia Pregio, hanya sopir yang meninggal. Sedangkan penumpang yang lain mengalami luka berat dan kini sedang dalam perawatan. Sementara itu, lima dari enam orang dalam Toyota Rush meninggal, termasuk sopir dan satu lainnya luka parah.

Korban yang meninggal adalah Muhammad Dahlan (48), warga Panton Bayu, Nagan Raya, selaku sopir mopen Kia Pregio yang meninggal, dan Zainal Arifin Pasaribu (66), karyawan swasta, asal Desa Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebung, Kota Bekasi, Jawa Barat, selaku pengemudi Toyota Rush.

Adapun empat penumpang Toyota Rush yang mengembuskan napas terakhir dalam kecelakaan itu adalah Painan Ritonga (70) dan Nurhayati (50), keduanya asal Desa Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebung, Kota Bekasi; serta Duma Sari Gultom (80) dan Ti Haslim Sinaga (55), keduanya asal Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Sementara itu, satu penumpang Toyota Rush yang mengalami luka berat adalah Desi Batu Bara (17), pelajar, asal Tapanuli Selatan. Sedangkan penumpang mopen Kia Pregio yang luka parah yaitu Supriadi (42), M Gissin (38), dan Suriyono (47), ketiganya wiraswasta yang sama-sama berasal dari Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang.

Tiga penumpang Kia Pregio lainnya yang juga mengalami luka parah yakni Fatimah (67), asal Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe; serta Ernawati (40) dan Nurul Alade (60), keduanya asal Blang Bintang, Aceh Besar.

Iptu Asy'ari menjelaskan, kecelakaan itu berawal saat Toyota Rush melaju dari arah Meulaboh ke Banda Aceh. Setibanya di lokasi, tiba-tiba Toyota Rush banting stir ke sebelah kiri. Pada saat bersamaan, meluncur mobil Kia Pregio dari arah berlawanan. Sehingga, kecelakaan pun tak dapat dihindari. "Kata saksi yang ada dalam mobil, Toyota Rush banting stir dan kemudian menghantam mobil Kia Pregio," jelasnya.

Ditanya apakah Toyota Rush banting stir ke kanan karena menghindari lubang atau kubangan seperti informasi yang berkembang di masyarakat, Iptu Asy'ari tidak bisa memastikan hal  tersebut. "Kalau menghindari kubangan air kayaknya enggak, karena lubang yang ada di lokasi kecelakaan besarnya hanya sekitar lima centimeter," ujar Kasat Lantas.

Evakuasi berlangsung dramatis

Sopir mopen Kia Pregio, Muhammad Dahlan (48), sempat terjebak beberapa saat di ruang kemudi usai mengalami kecelakaan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, proses evakuasi sopir tersebut berlangsung dramatis.

Ahmad Jayanto, saksi di lokasi kejadian yang dihubungi Serambi, kemarin, menyebutkan, butuh waktu hampir satu jam untuk mengeluarkan korban dari ruang kemudi mobil tersebut. "Lumayan lama tadi (kemarin-red) evakuasi sopirnya, karena korban terjebit kemudi," ungkapnya.

Untuk mengeluarkan korban dari ruang kemudi, menurut Ahmad Jayanto, anggota TNI/Polri dibantu masyarakat menggunakan tali dan mobil dumtruk untuk menarik bodi mobil Kia Pregio tersebut. “Setelah hampir satu jam, korban baru berhasil dievakuasi dari ruang kemudi mobil itu,” imbuh Ahmad Jayanto. (rb)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved