Selasa, 5 Mei 2026

Mihrab

Ibadah Haji: Pengalaman Spiritual yang Menakjubkan

“Orang-orang yang sudah masuk kategori mampu maka dia akan berdosa jika belum mendaftarkan diri untuk berhaji,"

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Dr Tgk Teuku Zulkhairi MA 

“Orang-orang yang sudah masuk kategori mampu maka dia akan berdosa jika belum mendaftarkan diri untuk berhaji,"

 

SERAMBINEWS.COM - Naik haji merupakan rukun Islam yang kelima.

Itu menandakan betapa pentingnya Ibadah haji ini.

Haji merupakan salah satu tiang penting agama Islam setelah shalat, zakat dan puasa.

Tapi karena ibadah ini tidak mudah, maka Rasulullah SAW mengatakan kewajiban ibadah haji hanya bagi yang mampu.

Mampu secara harta, kesempatan, keadaan hingga kemampuan secara kesehatan.

“Orang-orang yang sudah masuk kategori mampu maka dia akan berdosa jika belum mendaftarkan diri untuk berhaji. Sebab haji merupakan bagian yang paling esensial dari bangunan keislaman.

Oleh sebab itu, patut disyukuri seseorang yang telah bisa menunaikan ibadah haji ini,” kata Sekjend Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Dr Teuku Zulkhairi MA, Kamis (25/5/2023).

Melalui haji, katanya, seseorang akan memperoleh pengalaman spiritual yang menakjubkan.

Itu sebab, orang-orang beriman sangat merindukan untuk naik haji ke Tanah Suci.

Berhaji juga menjadi ibadah yang akan mendatangkan keampunan dari Allah SWT.

Bukan hanya itu, dalam ibadah haji ini terdapat banyak syi’ar-syi’ar Allah SWT seperti bulan-bulan haram selama tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram.

“Syi’ar lainnya dalam ibadah haji yaitu Masjidil Haram, Ka’bah, Maqam Nabi Ibrahim, ‘Arafah, Muzdalifah, Mina dan Al Hadyu,” jelas Tgk Zulkhairi.

Dalam syi’ar-syi’ar ini, sebutnya, kita akan di bawa dalam dimensi waktu untuk melihat kembali napak tilas perjuangan agama tauhid yang dibawah oleh Nabi Ibrahim dan keluarganya, serta perjuangan Rasulullah SAW.

“Sebagai muslim kita juga diajak untuk merenung dan mengingat kembali jati diri kita sebagai muslim dan kewajiban kita menjaga agama ini hingga akhir hayat di kandung badan,” ujar dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini.

Pada bulan-bulan haram umat muslim juga dididik untuk berjuang menjauhi apa yang haram.

Maka orang-orang yang berihram dalam berhaji dan umrah bahkan juga di haramkan mengerjakan hal yang tadinya halal seperti memakai wewangian, memakai pakaian berjahit dan sebagainnya. 

“Betapa pentingnya kita melatih diri untuk meninggalkan hal-hal yang haram dalam perjalanan kita menuju kepada Allah.

Bahwa dalam hidup ini terkadang kita juga harus meninggalkan apa yang tadinya dihalalkan bagi kita.

Pada intinya kita dididik untuk kesabaran sehingga jiwa kita menjadi lembut sehingga mudah kita tunduk di hadapan Allah,” imbuhnya.

Sementara syi’ar Allah pada Masjidil Haram tentu juga sangat banyak. Disana terdapat Ka’bah yang menyatukan kiblat muslim sedunia.  

Sementara dalam pelaksanaan wukuf di Arafah merupakan hal yang paling esensial dalam berhaji.

“Ini inti bagian dari berhaji. Kita diharapkan untuk merenung dan bermuhasabah tentang perjalanan hidup kita di dunia ini. Bahwa dunia ini betul-betul hanya sementara bagi kita. Akhiratlah sebagai negeri kekal abadi,” ujar Tgk Zulhairi.

Jadi dengan wukuf di ‘Arafah ini manusia diajarkan untuk memperharui kembali niat, komitmen dan tekad untuk menjadi muslim yang lebih baik.

Oleh sebab itu, orang-orang yang sudah berhaji dia harus menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Sebab dia telah menjalani proses ritual ibadah haji yang diharapkan meningkatkan spiritualitasnya.

Begitu juga dalam pelaksanaan seluruh wajib dan rukun haji lainnya serta ibadah umrah haji. Semuanya mengajarkan kita untuk bagaimana menjadi muslim yang lebih baik sehingga bisa sukses di dunia dan di akhirat. (Serambinews.com/ar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved