Info Singkil
Kisah Danau Bungara Aceh Singkil yang Tembus ke Dasar Laut Batas Samudera Hindia
Objek wisata Danau Bungara di Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil ini tak hanya indah menawan mata. Namun, Danau Bungara, juga memiliki ki
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Objek wisata Danau Bungara di Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil ini tak hanya indah menawan mata. Namun, Danau Bungara, juga memiliki kisah unik yang diceritakan turun temurun oleh penduduk lokal.
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Hamparan air tenang menguning saat lembayung menghias senja.
Sesaat beriak kecil dampak ulah tangan bocah-bocah yang asik bermain air.
Melepas pandangan ke tengah, pulau-pulau kecil menyembul di atas permukaan air.
Itulah pesona memandang Danau Bungara, Aceh Singkil, saat lembayung senja menghiasi cakrawala.
Objek wisata Danau Bungara di Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil ini tak hanya indah menawan mata.
Namun, Danau Bungara, juga memiliki kisah unik yang diceritakan turun temurun oleh penduduk lokal.
Baca juga: Pukak Nungkak Duta Wisata Aceh Singkil Promosikan Destinasi Wisata Danau Bungara
Danau yang dikelilingi Desa Danau Bungara, Lentong, Butar, dan Lapahan Buaya itu, dipercaya tembus ke laut di batas Samudera Hinda, melalui lubang yang ada di dasar danau.
Kepercayaan bertambah kuat, ketika ikan kuwe gerong atau belitong yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai giant trevally (GT) tertangkap jaring warga di Danau Bungara.
GT yang dalam bahasa lokal disebut ikan gabus hidup di laut. Namun ternyata juga ditemukan di Danau Bungara yang airnya tawar.
Jarak danau seluas 85,6 hektar dengan laut yang berada di pesisir Singkil sekitar 50 kilometer.
Tentu cukup unik ikan laut bisa sampai ke Danau Bungara.
Kisah Danau Bungara
Kisah Danau Bungara tembus ke laut bermula ketika seorang warga sedang membuat perahu di bukit pinggir danau.
Baca juga: Danau Bungara di Aceh Singkil Jadi Buruan Wisatawan Sumut, Habiskan Libur Panjang Sekolah, Idul Adha
Konon dahulu kala perahu yang masih dalam pengerjaan tersebut jatuh ke Danau Bungara.
Sang pemilik yang berupaya mencari dengan terjun ke danau tak temukan jejak.
Anehnya selang tiga hari kemudian, perahu itu ditemukan di laut sekitar Anak Laut Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara.
Tentu saja saksi mata peristiwa itu tak ada lagi.
Akan tetapi kisahnya begitu melekat di benak warga yang tinggal di sekitar danau Bungara.
"Kisah ini masih terus diceritakan turun temurun," kata Wanhar Lingga Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Singkil dan pegiat wisata Danau Bungara
Penduduk setempat belum mencoba menyelam mencari gua atau lubang penghubung Danau Bungara dengan samudera.
Akan tetapi pernah ada tim peneliti dari Banda Aceh, yang mengungkapkan di salah satu sudut dasar danau ditemukan semacam lubang besar
Lubang tersebut boleh jadi tembus ke laut.
Lantaran air Danau Bungara akan bertambah ketika laut sedang pasang. Walau airnya tetap tawar.
Fenomena ajaib ikan giant trevally acap tertangkap jaring warga di Danau Bungara, pada tahun 2020 lalu sempat mendapat tanggapan Kepala Dinas Perikanan Aceh Singkil, Saiful Umar.
Menurutnya ikan giant trevally di Danau Bungara jenis air tawar
Sebab ikan tersebut bisa hidup di air tawar, dengan catatan adaptasi sejak kecil.
Sejauh ini belum ada catatan ilmiah kapan giant trevally masuk ke Danau Bungara.
Boleh jadi lubang di dasar danau itu tembus ke laut, sehingga giant trevally terjebak, selanjutnya beradaptasi hingga sekarang.
Jika melalui jalur sungai jarak Danau Bungara ke laut lebih jauh lagi.
Tentu hal ini memerlukan penelitian dari ahlinya.
Danau Bungara merupakan tempat warga mencari nafkah dengan menangkap ikan.
Penduduk setempat juga telah mengelola danau Bungara, menjadi objek wisata.
Di sana terdapat kuliner ikan air tawar yang dibudidayakan di danau Bungara.
Dari Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, ke danau Bungara bisa ditempuh kendaraan roda dua maupun empat, sekitar 1,5 jam perjalanan.
Sementara dari Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, sekitar 1 jam.
Letak danau berada di tengah permukiman penduduk sekira 500 meter dari kantor Camat Kota Baharu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Senja-di-Danau-Bungara.jpg)