Berita Bireuen
Pemkab Bireuen Bentuk Tim Gugus Tugas dan Rakor Gerakan Nasional Revolusi Mental
pertemuan bentuk tim gugus tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) bertempat di Oproom Kantor Puspemkab Bireuen
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pemkab Bireuen melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bireuen, Selasa (30/05/2023) gelar pertemuan bentuk tim gugus tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental
(GNRM) bertempat di Oproom Kantor Puspemkab Bireuen.
Selain pembentukan tim gugus tugas juga dirangkai dengan rapat koordinasi dengan tema gerakan nasional revolusi mental dalam menjaga integritas diri untuk satukan negeri dibuka Pj Bupati Bireuen Aulia Sofyan PhD diwakili Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi SH MM.
Kepala Kesbangpol Bireuen, Mukhtaruddin SH MH mengatakan, pertemuan dihadiri unsur Forkopimda, para kepala dinas, instansi terkait, HIPMI, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Bireuen dan unsur lainnya.
Mukhtaruddin mengatakan, pembentukan tim gugus tugas GNRM Bireuen bertujuan menyiapkan agen perubahan, merumuskan strategi dan langkah aksi nyata, melakukan sosialisasi revolusi mental kepada masyarakat luas.
Baca juga: Kesbangpol Gelar FGD di Aceh Barat, Bahas Gerakan Nasional Revolusi Mental
Selain itu, menggerakkan aktivitas revolusi mental memantau dan mengevaluasi program revolusi mental masyarakat.
Sasaran kegiatan antara lain revolusi mental dan pembinaan idelogi Pancasila, meningkatkan pemajuan dan pelestarian kebudayaan memperkuat modernisasi beragama dan meningkatkan literasi, inovasi dan kreativitas.
Bupati Bireuen, Aulia Sofyan PhD dalam sambutannya disampaikan Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi SH MM antara lain mengatakan, gerakan revolusi mental merupakan suatu gerakan seluruh masyarakat pemerintah dan rakyat dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh bangsa dan negara.
Istilah revolusi mental bukanlah hal yang baru bagi bangsa Indonesia, karena pada tanggal 17 Agustus 1957 Presiden Soekarno dalam pidato kenegaraannya pertama sekali mencetuskan istilah revolusi mental dan tahun 2014 digaungkan kembali oleh Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Gaji 13 ASN dipastikan Masuk ke Rekening Juni 2023,Segini Nominal yang Diterima PNS Hingga Pensiunan
Pj Bupati Bireuen menambahkan, tujuan revolusi mental antara lain mengubah cara pandang, cara pikir, sikap, perilaku, dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga Indonesia
menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain.
Kemudian membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimistik dalam menatap masa depan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan besar untuk berprestasi tinggi, produktif dan berpotensi
menjadi bangsa maju dengan pondasi tiga pilar trisakti.
Selanjutnya, mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan kepribadan yang kuat melalui pembentukan manusia Indonesia. (*)
Baca juga: 80 Siswa SMP Bireuen Ikut Ajang FLS2N, Ini Bidang Lombanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/revolusi-mental_Bireuen.jpg)