Stok Beras
Bulog Aceh Tambah Stok Beras dari Vietnam dan Thailand 40.000 Ton
Stok beras Bulog Aceh saat ini digudang, sebut Irsan Nasution, masih ada sekitar 10.800 ton. Stok tersebut, sudah termasuk beras impor dari Vietnam y
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Untuk memperkuat stok pangan nasional di daerah, Bulog Aceh, pada musim panen dan kemarau ini, terus melakukan pembelian beras dari kilang-kilang padi lokal dan gabah petani. Jumlah yang sudah dibeli hingga, 5 Juni 2023 sudah mencapai 2.855,85 ton beras dan gabah 2.434,03 ton.
“Untuk beras kita beli dengan harga Rp 9.950 /Kg dan gabah Rp 6.300/Kg,” kata Pimpinan Perum Bulog Aceh, Irsan Nasution kepada Serambinews.com, Senin (5/6/2023) di Banda Aceh.
Irsan Nasution mengatakan, untuk menambah stok pangan nasional dalam bentuk beras di Aceh, dilakukan dengan dua cara. Pertama pengadaan beras lokal dan gabah petani, kedua masukkan beras impor dari Vietnam dan Thailand.
Pada tahun 2023 ini, sebut Irsan Nasution, Bulog Aceh mendapat kuota impor beras dari Bulog Pusat sebanyak 40.000 ton dari Vietnam dan Thailand. Dari Jumlah itu, yang sudah masuk ke Aceh baru sebanyak 6.600 ton dari Vietnam melalui Pelabuhan Krueng Geukuh. Ini artinya, masih ada sisa 33.400 ton lagi.
• Gelombang Laut Capai 2,3 Meter, Sebagian Aceh Diprediksi Hujan Hingga Tiga Hari ke Depan
Dari sisa stok kuota impor sebanyak 33.400 ton tersebut, sebut Irsan Nasution, berdasarkan info dari Bulog Pusat, akan masuk lagi ke Aceh pada bulan ini sebanyak 6.800 ton beras dari Thailand, melalui Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar. Berarti kuota stok beras impor Aceh di luar negeri, masih ada sekitar 26.600 ton lagi di luar negeri.
Stok beras Bulog Aceh saat ini digudang, sebut Irsan Nasution, masih ada sekitar 10.800 ton. Stok tersebut, sudah termasuk beras impor dari Vietnam yang telah masuk pada bulan lalu melalui Pelabuhan Krueng Geukuh Lhokseumawe sebanyak 6.600 ton dan realisasi pengadaan beras lokal sebanyak 2.855,85 ton dan gabah 2.434,03 ton.
Untuk menambah stok beras, guna dijadikan sebagai cadangan pangan nasional di daerah, dalam menghadapi musim kemarau panjang yang melanda negeri ini, kata Irsan Nasution, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Bulog Pusat, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Disperindag Aceh, serta dinas teknis lainnya di Kabupaten/Kota.
Irsan mengatakan, pihaknya sangat berharap kilang-kilang padi lokal mau menjual beras hasil penggilingan padinya menjadi beras, menjual berasnya kepada Bulog Aceh, dengan harga beli senilai Rp 9.950/Kg dan gabah kering giling (GKG) Rp 6.300/Kg.
Harga beli beras Bulog Aceh itu, menurut Irsan Nasution, sudah mendekati harga jual ke pasar bebas. Bulan ini, ada beberapa daerah yang sedang panen, seperti di Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie, Pijay dan Aceh Besar, dan wilayah pantai barat - selatan Aceh, petaninya akan menjual gabahnya kepada Bulog Aceh, begitu juga penggilingan beras lokalnya.
Semakin banyak petani dan penggilingan beras lokal menjual gabah hasil panen padinya dan menjual beras hasil penggilingan gabahnya ke Bulog, jumlah uang yang beredar di Aceh, semakin tinggi.
Tapi, jika petani dan penggilingan beras lokal menjual berasnya ke luar Aceh, maka jumlah beras impor dari Vietnam dan Thailand yang masuk ke Aceh semakin banyak. Alasannya, realisasi pengadaan beras lokalnya sedikit, untuk memperkuat stok pangan nasional berupa beras di daerah, Bulog Aceh harus mengimpor beras dari luar negeri.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, kita minta menyerukan petani padi dan penggilingan beras lokal, mau menjual hasil panen padinya dan hasil penggilingan beras lokalnya ke Bulog. Tujuannya, agar realisasi pengadaan beras lokal yang masuk ke Bulog Aceh, sebanyak-banyaknya atau sekitar di atas 10.000 ton lebih.
Dari stok sebanyak 10.800 ton itu, kata Irsan Nasution, pada Juni ini, pihaknya bersama Kantor Pos, akan kembali menyalurkan bantuan pangan dalam bentuk beras dari Badan Pangan Nasional tahap ke III kepada penduduk miskin penerima PKH. “ Setiap penerima bantuan pangan dari Bapanas, akan diberikan bantuan pangan gratis berupa beras sebanyak 10 Kg/KK,” ujarnya.
“Oleh karena itu, Bulog Aceh, masih membuka lebar pintu gudang berasnya di daerah, untuk dimasuki beras lokal dan gabah petani yang baru panen, untuk dijadikan stok pangan nasional berupa beras, di daerah,” pungkasnya.(*)
• Rumah Penjaga SMAN 1 Ranto Peureulak Aceh Timur Terbakar, 2 Sepmor & Harta Benda Lainnya Ikut Ludes
Baca juga: Rumah Penjaga SMAN 1 Ranto Peureulak Aceh Timur Terbakar, 2 Sepmor & Harta Benda Lainnya Ikut Ludes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/beras-94499.jpg)