Senin, 1 Juni 2026

Berita Bireuen

Dua Pintu Keude di Alue Rambong Juli Bireuen Lantai Retak dan Bangunan Miring

Dua pintu keude yang juga sebagai rumah yang sebagian konstruksi permanen dan sebagian konstruksi kayu lantainya retak dan bangunan miring terancam lo

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Lantai rumah M Isa di Desa Alue Rambong, Juli Bireuen pinggir jalan lintasan Bireuen-Takengon lantainya retak dan bangunan miring dan terancam longsor, bangunan juga miring. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dua pintu keude yang juga sebagai rumah yang sebagian konstruksi permanen dan sebagian konstruksi kayu lantainya retak dan bangunan miring terancam longsor.

Kedua keude tersebut milik M Isa (56) seorang petani di Desa Alue Rambong, Juli Bireuen KM 15  pinggir
jalan lintasan Bireuen-Takengon

Keude yang ditempati bersama empat anaknya tersebut lantainya sudah terbuka lebar karena retak memanjang, posisi bangunan juga miring tetap ditempati walaupun rasa was-was saat hujan deras menghantui mereka.

Amatan Serambinews.com, Minggu (11/06/2023), bangunan berupa berbentuk keude juga menjadi rumah bagi keluarga tersebut, dari depan terlihat jelas bangunan sudah miring ke utara dan melengkung bagian atas
tertarik ke bawah.

Lantai bagian dalam sudah retak terbuka lebar memanjang pada beberapa tempat, lantai selain retak juga amblas dan miring.

Baca juga: Mahasiswa FT USK Raih 2 Prestasi Bergensi dalam Kompetisi Internasional di Malaysia

Di depan rumah tersebut badan jalan nasional Bireuen-Takengon juga bergelombang dan badan jalan turun seperti tarikan ke bawah, sepertinya struktur tanah labil atau tanah bergerak.

Yusmita (27) yang didampingi  Riska Saputri (17) anak dari M Isa kepada Serambinews.com mengatakan, kerusakan bagian lantai terjadi sejak akhir tahun 2022 lalu dan terus meluas dan melebar, begitu juga posisi bangunan awalnya miring sedikit sekarang sudah semakin miring.

Posisi bangunan terus miring dan sering terjadi saat hujan deras lantai bagian dapur juga sudah retak terbuka.

“Kalau hujan deras kami khawatir karena terjadi getaran dan retak semakin luas. Dalam beberapa
bulan terakhir lantai rusak semakin luas dan lebar,” ujarnya.

Bangunan yang berada di pinggir jalan Bireuen-Takengon menjadi tempat berteduh bagi keluarga tersebut dan ketika hujan turun mereka sangat gelisah dikhawatirkan tempat mereka berteduh longsor.

Apalagi lantai sudah terbelah dua, perlengkapan rumah tangga juga seadanya serba kekurangan.

Baca juga: Panglima Laot Harapkan Pengerukan Muara Dangkal di Aceh

Yusmita mengatakan, rumah tersebut ditempati bersama ayahnya seorang petani dan juga jual beli pisang.

Sedangkan ibunya sudah lama almarhum, mereka bertahan di rumah yang lantainya sudah rusak,
bangunan miring dan kekurangan lainnya.

Karena belum mampu memperbaiki kerusakan maupun membangun rumah lain yang lebih aman dari ancaman
longsor. 

Riska (17) tercatat sebagai siswa SMAN 1 Juli Bireuen menambahkan, walaupun rumah dalam kondisi ancaman longsor mereka tetap bertahan di rumah tersebut. 

Mereka berharap memiliki rumah lain dan mendapat perhatian dinas terkait sehingga mereka bisa nyaman dari
ancaman longsor. (*)

Baca juga: Sembilan Bilik Santri Pesantren Darul Miftahurrahmah Terbakar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved