Rabu, 8 April 2026

Internasional

Usut Pemberontakan Tentara Bayaran Wagner, Intelijen Rusia Selidiki Keterlibatan Barat

Badan intelijen Rusiasedang menyelidiki apakah agen mata-mata Barat berperan dalam pemberontakan yang dibatalkan oleh para tentara bayaran Wagner

Editor: Muhammad Hadi
AFP
Poster tentara bayaran Grup Wagner Rusia. 

Usut Pemberontakan Tentara Bayaran Wagner, Intelijen Rusia Selidiki Keterlibatan Barat

SERAMBINEWS.COM - Perhatian dunia tertuju ke Rusia ketika terjadi pemberontakan tentara bayaran Wagner.

Konvoi tentara bayaran Wagner sempat menuju ke Moskow.

Akibatnya sempat terjadi pertempuran dengan tentara Rusia.

Tapi akhirnya pasukan tentara bayaran Wagner membatalkan konvoi militer menuju Rusia.

Pemberontakan ini membuat murka Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Badan intelijen Rusia kini sedang menyelidiki apakah agen mata-mata Barat berperan dalam pemberontakan yang dibatalkan oleh para tentara bayaran Wagner pada hari Sabtu (24/6/2023). 

Informasi ini disiarkan oleh kantor berita TASS mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin (26/6/2023).

Mengutip Reuters yang mengutip TASS, dalam sebuah wawancara dengan televisi RT Rusia, Lavrov mengatakan Duta Besar AS Lynne Tracy telah berbicara dengan perwakilan Rusia pada hari Minggu dan memberikan "sinyal" bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam pemberontakan.

Washington berharap persenjataan nuklir Rusia akan tetap aman.

Lavrov juga mengutip Tracy mengatakan bahwa pemberontakan itu adalah urusan dalam negeri Rusia.

Baca juga: Yevgeny Prigozhin Hentikan Pemberontakan, Bos Wagner Bakal Pindah ke Belarusia dan Tak Akan Didakwa

Beberapa pemimpin Barat mengatakan insiden itu menunjukkan ketidakstabilan tumbuh di Rusia sebagai akibat dari keputusan Presiden Vladimir Putin untuk mengirim angkatan bersenjatanya ke Ukraina awal tahun lalu.

Ditanya apakah ada bukti bahwa baik dinas intelijen Ukraina maupun Barat tidak terlibat dalam pemberontakan tersebut, Lavrov menjawab:

"Saya bekerja di departemen yang tidak mengumpulkan bukti tentang tindakan ilegal, tetapi kami memiliki struktur seperti itu, dan saya jamin, mereka sudah memahami ini."

Keraguan atas masa depan Wagner telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah ia akan melanjutkan operasinya di negara-negara Afrika seperti Mali dan Republik Afrika Tengah, di mana pasukannya telah memainkan peran besar dalam konflik internal yang telah berlangsung lama.

Baca juga: VIDEO Kudeta Rusia Dibatalkan, Tentara Bayaran Wagner Pulang ke Belarus

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved