Minggu, 10 Mei 2026

Kajian Islam

Apa Makna Haji Mabrur? Ungkapan yang Menjadi Harapan Para Jamaah Haji, Begini Cara Mendapatkannya

"Semoga menjadi haji mabrur", demikian doa yang kerap disampaikan kepada jemaah haji. Lantas sebenarnya apa makna haji mabrur itu?

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
AFP
Ilustrasi melaksanakan ibadah haji 

Apa Makna Haji Mabrur? Ungkapan yang Menjadi Harapan Para Jamaah Haji, Begini Cara Mendapatkannya

SERAMBINEWS.COM - Ungkapan haji mabrur kerap kita dengar ketika musim haji tiba hingga menjadi harapan para jamaah hai.

Kata-kata "Semoga menjadi haji mabrur", demikian doa yang kerap disampaikan kepada jemaah haji.

Setiap orang yang berhaji berharap mendapatkan haji yang mabrur dan diampuni segala dosanya.

Bahkan Rasulullah dalam hadits mengatakan, haji mabrur tidak ada balasan, kecuali surga.

Lantas sebenarnya apa makna haji mabrur itu dan bagaimana cara mendapatkannya?

Dikutip dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, anggota Amirul Hajj sekaligus Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr. Asrorun Ni’am memberikan penjelasan soal Haji mabrur.

Baca juga: Musim Haji 2023 Usai, Ini Cara Menjadi Haji yang Mabrur & Tanda-tandanya, Buya Yahya Bagikan 7 Tips

Sebutnya, dari sisi bahasa, al mabrur adalah isim maf’ul dari akar kata al birru.

Al birru itu artinya kebaikan atau kebajikan. Dengan demikian, al hajjul mabruru artinya haji yang diberikan kebaikan dan kebajikan.

Dari sisi istilah, haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah, kemudian berdampak pada kebaikan diri, serta bermanfaat bagi orang lain.

Oleh karenanya, al hajjul mabrur sebagai impian dari orang yang melaksanakan jemaah haji itu melalui tahapan.

Mabrur tidak datang tiba-tiba. Tetapi harus diusahakan, mulai dari sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan ibadah haji.

Terkait dengan persiapan, ketika kita ingin mencapai haji mabrur, tentu kita harus melakukan aktivitas yang mendukung pencapaian haji mabrur.

Baca juga: Usai Laksanakan Rukun Haji, Jamaah Haji Asal Aceh Utara Meninggal Dunia di Mekkah

Persiapan itu antara lain:

  1. Pertama, memahami ajaran agama Islam dengan baik, termasuk juga manasik hajinya. Karena amalan ibadah yang tidak disertai dengan ilmu, maka ia dapat sia-sia.
  2. Kedua, harus dipastikan rejekinya halal. Jangan sampai berangkat ibadah haji menggunakan uang hasil curian. Ini tidak diterima. Tidak boleh menggunakan uang curian untuk kepentingan ibadah.
  3. Ketiga, meningkatkan amal ibadah. Kita harus menyiapkan diri dengan meningkatkan dan menyempurnakan amal ibadah.

Pada saat pelaksanaan ibadah haji, kita memastikan terlaksananya syarat, rukun, wajib haji.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved