Sabtu, 11 April 2026

Liga 1

Kasus Dugaan Pungli Wasit Liga 1, PSSI bakal Bawa ke Polisi

Exco PSSI Arya Sinulingga mengatakan PSSI berencana membawa kasus dugaan pungutan liar atau pungli wasit liga 1 ke kepolisian.

Editor: Faisal Zamzami
google.com
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga mengatakan PSSI berencana membawa kasus dugaan pungutan liar atau pungli wasit liga 1 ke kepolisian.

Ia mengatakan pihaknya bakal mempelajari dulu kasus dugaan pungli wasit Liga 1. 

Nantinya apabila terbukti bersalah, kata dia, PSSI bakal melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Kami sedang pelajari masalah itu," kata Arya, Kamis (13/7/2023), dikutip dari BolaSport.

"Kalau sudah beres semua, ada indikasi kami bawa ke polisi,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, muncul kabar tentang adanya pungli dalam proses seleksi untuk memimpin pertandingan di Liga 1 2023/2024 pada tanggal 15-16 Juni 2023.

Pungli diduga dilakukan dengan tujuan memuluskan langkah wasit yang sebenarnya tidak berhasil dalam ujian.

Save Our Soccer (SOS) mengatakan ini merupakan masalah serius yang harus segera ditangani oleh PSSI.

Untuk mengatasi kasus ini, PSSI diharapkan segera membentuk tim pencari fakta yang bertugas untuk menyelesaikan permasalahan ini. Citra buruk yang disebabkan oleh tindakan wasit ini tentu saja akan merugikan PSSI.

Apalagi saat ini publik memberikan kepercayaan penuh kepada PSSI yang dipimpin oleh Erick Thohir, sehingga hal ini menjadi lebih penting untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Dugaan Pungli Seleksi Wasit Liga 1, Rp 1 Juta Jika Ingin Lolos, PSSI Harus Bentuk Tim Pencari Fakta

 
“Ketua Komite Wasit PSSI harus melakukan evaluasi segera atas buruknya kinerja wasit sekaligus melaporkan kepada Ketua Umum PSSI," kata Koordinator SOS Akmal Marhali.

“Kasus pungli dalam seleksi wasit harus dituntaskan secepatnya. Wibawa Ketua Umum PSSI dipertaruhkan bila terjadi pembiaran,” ujarnya.

Proses seleksi wasit untuk Liga 1 sebenarnya dipimpin oleh dua instruktur asal Jepang, yaitu Yoshimi Ogawa dan Toshiyugi Nagi, di bawah kerja sama PSSI dan Japan Football Association (JFA).

Namun, dalam hal teknis di lapangan, peran lebih banyak diberikan kepada instruktur lokal yang dipimpin oleh Purwanto sebagai Koordinator, dengan anggota tim termasuk Alil Rineggo, Jajat Sudrajat, Agus Haryono, Riswanda, Ayi Daud Dakhiri, Fakhrizal Kahar, dan Nurwahid.

Dalam proses seleksi, beberapa wasit mengaku dimintai uang agar mereka dapat diberikan jaminan kelulusan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved