Breaking News

Berita Luar Negeri

Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Antar Benua, Kim Jong Un Pun Bertepuk Tangan Gembira

Peluncuran ICBM Hwasong-18 minggu ini menandai peluncuran rudal ke-13 Korea Utara tahun ini, di mana 10 di antaranya diuji coba rudal balistik.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Agus Ramadhan
KCNA
Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Antar Benua, Kim Jong Un Pun Bertepuk Tangan Gembira 

Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Antar Benua, Kim Jong Un Pun Bertepuk Tangan Gembira

SERAMBINEWS.COM, PYONGYANG - Korea Utara telah mengkonfirmasi bahwa mereka berhasil melakukan uji coba rudal balistik antar benua pada Rabu (12/7/2023).

Konfirmasi terhadap uji coba rudal balistik antarbenua ini dilaporkan oleh Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap, Kamis (13/7/2023) pagi.

Penelusuran Serambinews.com, setidaknya ada enam foto yang dirilis Yonhap terkait dengan kegiatan uji coba rudal balistik antar benua ini.

Dua dari enam foto itu memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi langsung peluncuran rudal balistik antar benua tersebut.

Pada salah satu foto, Kim Jong Un yang didampingi oleh Jo Yong-won, Sekretaris Komite Pusat Partai Buruh, bertepuk tangan setelah peluncuran rudal balistik antar benua ini.

Baca juga: Kim Jong Un Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua, Jepang Siap-siap Evakuasi

detik-detik rudal ICBM Hwasong-18 ini diluncurkan dari sebuah wilayah pinggiran hutan yang tertata rapi.
detik-detik rudal ICBM Hwasong-18 ini diluncurkan dari sebuah wilayah pinggiran hutan yang tertata rapi. (KCNA)

Tiga foto merekam detik-detik rudal ICBM Hwasong-18 ini diluncurkan dari sebuah wilayah pinggiran hutan yang tertata rapi.

Sementar satu foto lainnya merekam momen para tentara Korea Utara bergembira dan bersuka cita atas suksesnya ujicoba rudal balistik antar benua ini.

Menurut badan tersebut, rudal balistik antarbenua (ICBM) yang diberinama Hwasong-18 ini menggunakan bahan bakar padat.

Rudal balistik ini diluncurkan pada hari Rabu dari wilayah Pyongyang.

Korea Utara kemudian melaporkan bahwa "ICBM terbang 1.001,2 kilometer selama 4.491 detik pada ketinggian maksimum 6.648,4 kilometer, sebelum secara akurat mendarat di area yang telah ditentukan sebelumnya di dalam air."

Baca juga: Kim Jong-Un Siapkan 800.000 Wajib Militer Korea Utara untuk Lawan Amerika Serikat

Peluncuran ICBM Hwasong-18 minggu ini menandai peluncuran rudal ke-13 Korea Utara tahun ini, di mana 10 di antaranya diuji coba rudal balistik.

Kantor berita Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa, uji coba rudal balistik ini bagian dari upaya untuk mendukung hak pembelaan diri yang andal untuk mempertahankan keamanan negara.

ICBM Hwasongpho-18 merupakan sistem senjata inti dari kekuatan strategis Korea Utara.

Uji tembak itu dilakukan berdasarkan penilaian strategis dan keputusan penting Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea (WPK) pada masa genting ketika situasi keamanan militer di semenanjung Korea dan di kawasan.

Sebab, saat ini telah terjadi era Perang Dingin karena provokasi militer AS dan pasukan bawahannya yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Korea Utara. Sehingga keamanan negara perlu diintensifkan.

“Uji coba tersebut bertujuan untuk memastikan kembali kredibilitas teknis dan keandalan operasional dari sistem senjata ICBM tipe baru,” laporan KCNA.

ICBM Hwasongpho-18 merupakan sistem senjata inti dari kekuatan strategis Korea Utara.
ICBM Hwasongpho-18 merupakan sistem senjata inti dari kekuatan strategis Korea Utara. (KCNA)

Uji tembak dilakukan dengan cara menetapkan tahap pertama sebagai mode penerbangan balistik standar dan tahap kedua dan ketiga setinggi-tingginya.

Kim Jong Un pun menyaksikan sebuah ledakan besar yang menggembar-gemborkan entitas senjata strategis yang sarat dengan kekuatan dan teknologi.

Rudal tersebut berhasil meledak ‘target’ sambil mengguncang seluruh planet, dan kepungan air besar membubung ke langit, menyemburkan ledakan api.

“Uji coba tidak berdampak negatif pada keamanan negara-negara tetangga,” lapor KCNA.

Rudal tersebut melakukan perjalanan hingga ketinggian maksimum 6.648,4 km dan terbang sejauh 1.001,2 km selama 4.491 detik sebelum secara akurat mendarat di area yang telah ditentukan di perairan terbuka di lepas Laut Timur Korea.

Usai peluncuran, Kim Jong Un mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh ilmuwan dan teknisi di bidang penelitian ilmiah pertahanan negara yang menorehkan sejarah

“Hari kemenangan perang yang signifikan yang dimenangkan oleh rakyat Korea yang hebat, benar-benar menghancurkan mitos "keperkasaan" imperialis AS,” kata dia. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved