Berita Luar Negeri
India Nyatakan Perang Dagang dengan AS usai Trump Berlakukan Tarif 50 Persen
Menurut data India, pada tahun 2024, negara Bollywood ini mengekspor tekstil senilai USD 37 miliar, di mana AS merupakan pasar penting.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
India Nyatakan Perang Dagang dengan AS usai Trump Berlakukan Tarif 50 persen
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah India menyatakan perang dagang dengan Amerika Serikat.
India mengumumkan bahwa mereka telah mulai menerapkan program khusus di 40 pasar utama.
Hal itu untuk mengimbangi kerugian setelah pemerintahan Donald Trump secara resmi mengenakan tarif 50 persen pada barang-barang India, Rabu (27/8/2025).
Menurut data India, pada tahun 2024, negara Bollywood ini mengekspor tekstil senilai USD 37 miliar, di mana AS merupakan pasar penting.
Namun, dengan tarif baru ini, banyak produk India, terutama tekstil, akan kesulitan bersaing di AS.
Mithileshwar Thakur, sekretaris jenderal Dewan Promosi Ekspor Tekstil India (AEPC), mengatakan kepada India Times bahwa tarif tambahan AS telah menempatkan industri tekstil India pada posisi yang sangat tidak menguntungkan dibandingkan dengan pesaing seperti Bangladesh, Vietnam, dan Sri Lanka.
Baca juga: Trump Ganti Nama Kementerian Pertahanan Menjadi Departemen Perang
"Industri tekstil India sudah siap menghadapi tarif 25 persen yang diberlakukan AS, karena pelaku usaha dapat menanggung sebagian biayanya, tetapi kini mereka harus menanggung tarif tambahan 25 persen ,”
“Hal ini praktis telah menyingkirkan tekstil India dari pasar AS. Selisih tarif sebesar 30-31 persen dibandingkan dengan negara-negara pesaing seperti Bangladesh, Vietnam, Sri Lanka, Kamboja, dan Indonesia terlalu besar," ujar Thakur.
Ia menekankan bahwa ini adalah masalah yang "sangat serius", karena begitu pangsa pasar hilang karena pesaing, sangat sulit untuk mendapatkannya kembali.
Untuk mengatasinya, India meningkatkan diversifikasi pasar, memanfaatkan setiap peluang dari perjanjian perdagangan dengan Inggris dan negara-negara di blok EFTA (Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa) untuk "mengendalikan dan membatasi kerusakan"
Pemerintah India mengumumkan pada Rabu (27/8/2025) bahwa mereka akan meluncurkan program khusus di 40 pasar utama untuk mengimbangi kerugian tersebut.
New Delhi berencana untuk meningkatkan ekspor tekstil dan farmasi ke Rusia, Turki, Inggris, Kanada, Spanyol, Belanda, Jepang, Korea Selatan, UEA, Australia, Prancis, Jerman, dan banyak negara lainnya.
India juga berencana membangun fasilitas manufaktur bersama di beberapa negara untuk mengurangi ketergantungannya pada pasar AS.
Ke depannya, pemerintah India akan mengembangkan rencana untuk mendiversifikasi pasar ekspornya untuk barang-barang lain seperti permata, produk kulit, produk pertanian, makanan laut, bahan kimia, dan peralatan mekanik.
Trump Ganti Nama Kementerian Pertahanan Menjadi Departemen Perang |
![]() |
---|
Update Terbaru Runtuhnya Jembatan di Sungai Kuning China: 12 Tewas dan 4 Hilang |
![]() |
---|
FBI Geledah Rumah Eks Penasihat Trump, Diduga Terkait Tulisan ‘Segunung Fakta’ dan Bocornya Rahasia |
![]() |
---|
Kisah Pernikahan Kilat Pegawai Bank, Nikahi Pasangannya 4 Kali Dalam Sebulan, Alasannya Karena Ini |
![]() |
---|
Pakar Gestur Lihat Ada Perubahan Gaya Tubuh Donald Trump dalam Pertemuan dengan Putin di Alaska |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.