Berita Aceh Barat
UPTD PUPR Aceh Segera Tangani Kerusakan Jalan Provinsi di Cot Darat
Kerusakan badan jalan yang berlubang hingga setengah badan jalan tersebut berada di perbatasan Desa Cot Darat dengan Cot Pluh.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Menanggapi kerusakan ruas jalan provinsi lintas Samatiga-Woyla di kawasan Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat pihak PUPR Provinsi Aceh akan segera dilakukan penanganan.
Kerusakan badan jalan yang telah berlubang setengah badan jalan tersebut telah menyebabkan kendaraan tidak mulus lagi melintasi daerah tersebut, tepat perbatasan Desa Cot Darat dengan Cot Pluh.
Menanggapi kerusakan badan jalan tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Jalan dan Jembatan Wilayah IV, Dinas PUPR Provinsi Aceh, Oskar Muda Dilaga ST kepada Serambinews.com, Selasa (18/7/2023) mengatakan, kerusakan badan jalan tersebut akan segera ditangani.
Dikatakannya, bahwa saat ini kerusakan badan jalan seperti di perbatasan Cot Darat dan Cot Pluh tersebut dalam proses pihak pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) guna untuk segera dilakukan penanganannya.
“Lagi di proses oleh PPTK pemeliharaan jalan tersebut,” kata Oskar Muda Dilaga.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala UPTD jalan dan jembatan Wilayah IV terkait harapan masyarakat menyangkut jalan provinsi di perbatasan Cot Darat dan Cot Pluh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat mengalami kerusak parah saat ini.
Pasalnya jalan lintas tersebut kini ambruk berlubang, sehingga hanya bisa dilalui kendaran mobil kecil.
Keuchik Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Zulkarnain kepada Serambinews.com, Senin (17/7/2023), mengatakan, bahwa akses jalan tersebut terjadi kerusakan parah, sehingga kendaraan perlu ekstra hati-hati di titik lubang tersebut.
Kondisi itu tentunya sangat membahayakan para pengguna jalan yang menghubungkan antar kecamatan, seperti akses dari Kecamatan Samatiga ke Bubon, dan ke Kecamatan Woyla.
Sementara kondisi saat ini untuk kendaraan roda empat biasa masih bisa melintasinya, sedangkan untuk kendaraan truk besar sudah sulit untuk dilaluinya.
“Ribuan masyarakat setiap hari hanya memanfaatkan jalan tersebut untuk berbagai kepentingan,” ungkap Zulkarnain.
Ia menambahkan, bahwa kondisi saat ini setengah badan jalan itu sudah rusak dan tinggal sebelah badan jalan lagi.
“Kita berharap kepada pemerintah supaya badan jalan yang rusak tersebut segera diperbaiki atau dibangun secara permanen supaya masyarakat tidak terganggu yang memanfaatkan badan jalan tersebut,” harapnya.(*)
Baca juga: Tiga Siswa SMP Aceh Barat Lolos ke O2SN Tingkat Nasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/titik-lubang-lintas-jalan.jpg)