Rabu, 22 April 2026

Berita Aceh Utara

BWS Sumatera I Mulai Buat Saluran Peralihan Untuk Aliri Sawah Warga di Aceh Utara 

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I pada, Rabu (2/8/2023), mulai membuat saluran peralihan untuk mengaliri air dari Krueng Pase ke areal sawah warga

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Foto Dok BWS Sumatera I
(BWS) Sumatera I pada, Rabu (2/8/2023), mulai membuat saluran peralihan untuk mengaliri air dari Krueng Pase ke areal sawah warga di sejumlah kecamatan yang berada di sayap kanan irigasi Krueng Pase. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I pada, Rabu (2/8/2023), mulai membuat saluran peralihan untuk mengaliri air dari Krueng Pase ke areal sawah warga di sejumlah kecamatan yang berada di sayap kanan irigasi Krueng Pase

Pasalnya petani dari delapan kecamatan di Aceh Utara yang berada di sayap kanan dan kiri Irigasi Krueng Pase plus Kecamatan Blang Mangat Lhokseumawe sudah tiga tahun dari 2021-2023, atau enam musim tidak menggarap sawahnya. 

Karena proyek Bendung Daerah Irigasi Krueng Pase di Aceh Utara, yang dikerjakan PT Rudi Jaya asal Sidoarjo asal Jawa Timur sampai sekarang belum tuntas.

Padahal masa pengerjaan proyek bernilai kontrak Rp 44.8 miliar yang bersumber dari APBN itu mulai Oktober 2021 sampai Desember 2022. 

Baca juga: Bendungan Krueng Pase Mangkrak, Air tak Bisa Dialiri, Petani Aceh Utara Hilang Pendapatan Rp 1,5 T

BWS Sumatera 1  juga sempat memperpanjang masa pengerjaan proyek itu pada tahun 2023 atas permintaan perusahaan tersebut.

Karena tak ada aktivitas dari Januari – Maret 2023, sehingga pihak balai memutuskan kontrak dengan perusahaan tersebut karena tak mampu menyelesaikan pekerjaannya. 

Ekses dari enam kali musim tanam tidak bisa menggarap sawahnya, kerugian petani dari delapan kecamatan di Aceh Utara berdasarkan hitungan Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara mencapai Rp 1.5 triliun lebih. 

Artinya kerugian petani yang ditimbulkan akibat proyek tersebut jauh lebih besar dibandingkan jumlah dana dikeluarkan negara untuk melaksanakan tugasnya, membantu petani. 

Baca juga: Nanti Malam Coba Tidur sesuai dengan Tidurnya Nabi, dr Zaidul Akbar Ungkap Manfaatnya Untuk Tubuh

“Hari ini kita sudah menurunkan satu alat berat,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen Irigasi dan Rawa II Satuan Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (SNVT PJPA) SNVT PJPA BWS Sumatera I, Syafrepi Hasibuan ST kepada Serambinews.com, Rabu (2/8/2023). 

Disebutkan, alat berat yang diturunkan tersebut mulai mengerjakan saluran peralihan untuk dapat mengaliri air ke sawah warga di sayap kanan Irigasi Krueng Pase

Meliputi,  Kecamatan Nibong, Tanah Luas, Tanah Pasir, Syamtalira Aron dan Matangkuli.

“Iya, kita dahulukan sayap kanan kemudian kita upayakan juga ke kiri,” ujar Syafrepi. 

Baca juga: VIDEO Detik-detik Markas KKB Papua di Yahukimo Disergap, Dua Separatis dikabarkan Meninggal

Sedangkan untuk pengerjaan lanjutan proyek Rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi Krueng Pase menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

Setelah ada hasil audit tersebut kemudian proyek lanjutan tersebut akan ditender Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK).

“Proses audit sudah dimulai oleh BPKP,” ujar Syafrepi.(*)

Baca juga: Peristiwa Penting di Aceh Pada Bulan Agustus, Ada Peringatan MoU Helsinki, HUT RI, Juga Event Publik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved