Jumat, 8 Mei 2026

Keluar dari Islam, Wanita Iran Bakar Alquran di Swedia, Sebut Semua Agama Harus Dihancurkan

Wanita itu melakukan penodaan Alquran di sebuah perapian di pantai Angbybadet, distrik Bromma di tepi Danau Malaren.

Tayang:
Editor: Amirullah
Twitter
Seorang wanita kelahiran Iran, Bayrami Marjan (47), membakar Alquran di Stockholm, Swedia di bawah perlindungan polisi di sebuah perapiran di pantai Angbybadet, distrik Bromma di tepi Danau Malaren pada Kamis (3/8/2023). 

SERAMBINEWS.COM  - Pembakaran Al QUran kembali terjadi di Swedia.

kali ini dilakukan oleh seorang wanita kelahiran Iran.

Swedia kembali menjadi tempat pembakaran kitab suci Alquran, menyusul rencana pemerintah Swedia dan Denmark yang menjanjikan cara untuk mencegahnya.

Seorang wanita kelahiran Iran, Bayrami Marjan (47), membakar Alquran di Stockholm, Swedia di bawah perlindungan polisi pada Kamis (3/8/2023).

Wanita itu melakukan penodaan Alquran di sebuah perapian di pantai Angbybadet, distrik Bromma di tepi Danau Malaren.

Bayrami Marjan mengatakan, agama harus dihancurkan setelah dia membakar kitab suci umat Islam.

Pada tanggal 26 Juli 2023, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi sebuah resolusi, yang dirancang oleh Maroko, mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap kitab suci sebagai "pelanggaran hukum internasional", seperti diberitakan Middle East Monitor.

Polisi menahan sekelompok kecil pengunjuk rasa yang keberatan dengan aksi penodaan yang dilakukan wanita imigran Iran itu.

"Saya ingin menunjukkan semua agama juga merupakan bagian dari politik dan Islam bukanlah agama yang demokratis," kata Bayrami Marjan, dikutip dari RT.

Ia yang mengaku keluar dari Islam dan kini memeluk agama Kristen, tidak setuju aksinya ini akan menimbulkan ancaman keamanan bagi Swedia, mengingat potensi serangan balik.

Pembakaran Alquran di Swedia

Pembakaran kitab suci Alquran itu bukan yang pertama kalinya di Swedia.

Pemerintah Swedia yang mengizinkan aksi penodaan tersebut mendasarkan pada kebebasan berpendapat.

Swedia memicu pertikaian internasional setelah mengizinkan Salwan Momika, imigran Irak, yang membakar Alquran di luar masjid pada hari raya Idul Adha pada Juni 2023.

Aksi bakar Al Quran oleh Salwan Momika di Swedia.
Aksi bakar Al Quran oleh Salwan Momika di Swedia. (Instagram/@salwan_momika)

Beberapa bulan sebelumnya juga terjadi pembakaran Alquran yang dilakukan oleh politisi Swedia, Rasmus Paludan pada Januari 2023.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved