Internasional
Cuaca Panas di Korea Selatan tak Pengaruhi Kontingen Jambore Dunia asal Aceh
sejumlah negara pramukanya terpengaruh dengan suhu panas ekstrem yang melanda Korea Selatan pada momen Jambore Dunia ke 25, tidak demikian dengan Aceh
Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
Di sana anggota pramuka muda (usia penggalang) dari 169 negara dengan perkiraan peserta mencapai lebih dari 50.000 orang terdiri dari pramuka usia 13 sampai dengan 18 tahun dan didampingi oleh pembina atau pramuka penegak/pandega sebagai staf.
Baca juga: Belum Genap Sebulan Menikah, Ini Alasan Ibu Kevin Minta Anaknya Ceraikan Mariana
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Aceh H Muzakir Manaf melalui Ketua Harian Kwarda Aceh Ir H Djufri Efendi M.Si mengatakan, kontingen Aceh terdiri dari IST bergabung bersama panitia penyelenggara dan 20 peserta dari kwrcab-kwarcab seluruh Aceh hasil seleksi yang sudah kita lakukan sejak 1 tahun lalu.
Mayoritas peserta yang dinyatakan lulus dalam seleksi adalah kalangan santri pesantren, berdasarkan hal tersebut Cut Bang Ir H Djufri Efendi pun akhirnya mengundang HRB untuk ikut serta dalam menghadiri Jambore Dunia di Korea
“HRB adalah tokoh Kota Subulussalam dari kalangan dayah yang kami kenal sangat antusias terhadap kependidikan kepramukaan di lingkungan Dayah,” kata Djufri Efendi kepada wartawan.
Ditambahkan, sosok HRB atau Haji Rasyid Bancin telah terbukti di berbagai bidang khususnya pondok pesantren.
Dia berhasil membangun dan mengembangkan dua pondok pesantrennya berkonsep modern di Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil dengan eksistensi pramuka.
Selain itu, HRB juga merupakan pengurus Kwartir Daerah Aceh. Lantaran itu, HRB ditetapkan menjadi peserta Jambore ke 25 Pramuka Dunia di Korsel.
Baca juga: 3 Anggota Pramuka Banda Aceh Ikut Jambore Dunia di Korea Selatan
HRB bersama tim Visitor Indonesia berangkat dari Soekarno -Hatta Air Port Korea pada tanggal 01 Agustus dan mengikuti sejumlah agenda di Korea Selatan selama sepekan.
Informasi lain yang diperoleh pramuka seluruh dunia dijadwalkan berada di Korea Selatan selama jambore melakukan berbagai inovasi dalam bentuk kegiatan kreatifitas berbasis pendidikan kepanduan (Pramuka).
Kemudian diplomasi budaya antar bangsa, promosi wisata dan kearifan lokal dari daerah masing-masing, kampanye lingkungan dan energi terbarukan, SDGs Scouts, dan Kampanye Perdamaian Dunia.
Sebelum berangkat ke Korea Selatan, Kwarda Aceh yang merupakan bagian dari kontingen Pramuka Indonesia, melalui Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso yang telah melakukan kunjungan ke Presiden Joko Widodo pada 14 Juli 2023 untuk melaporkan sejumlah acara yang akan diikuti Kwarnas, termasuk Jambore Dunia.
Pramuka Indonesia menampilkan semangat dan semaraknya dalam Jambore Dunia ke-25 di Korea Selatan ini, sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi bangsa Indonesia dalam ajang internasional ini.
"Semoga melalui kegiatan ini, para pramuka Indonesia dapat mempererat persahabatan dan kebersamaan dengan rekan-rekan pramuka dari berbagai negara," kata Djufri Efendi.
Baca juga: Zulka Safura Duta Pramuka Pidie ke Korsel. Dilepas Keberangkatan oleh Ketua Kwarcab
Senada itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto yang menyambut hangat kedatangan para pramuka Indonesia.
Gandi Sulistiyanto berharap pengalaman serta pendidikan yang diperoleh selama Jambore Dunia ini akan membuka wawasan dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin di berbagai bidang, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pramuka-Aceh_Jambore-Dunia-di-Korea-Selatan.jpg)