Nasib Guru Diketapel Orangtua Siswa, Mata Kanan Sudah Diangkat, Mungkin tak Dapat Melihat Dunia Lagi

Nasib perih Guru Diketapel Orangtua Siswa, Mata Kanan Sudah Diangkat, Mungkin tak Dapat Melihat Dunia Lagi

Editor: Muhammad Hadi
(M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com)
Nasib Zaharman, Guru diketapel orangtua murid dibagian mata, Ia ikhlas meski kini buta permanen. Zaharman mengajar di SMA di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu 

Kondisi Zaharman

Zaharman Guru Diketapel Orang Tua Siswa Ikhlas Meski Buta Permanen (Kolase/Sripoku.com)
Lebih lanjut, Mubdi menjelaskan, sejak menjalani operasi beberapa waktu lalu sekarang ayahnya lagi proses pemulihan di RS Ar Bunda Lubuklinggau.

"Sekarang ibaratnya pemulihan luka, kepalanya sedang pusing karena mata itu langsung ke otak saraf," ujarnya.

Baca juga: Perih Hati Suami! Istri Masuk RS Pecah Ketuban, Penyebabnya Berzina Terlalu Keras sama Selingkuhan

Proses ini, menurut Mubdi, memerlukan waktu yang lama lantaran Zaharman mempunyai riwayat penyakit diabetes.

"Ayah ada diabetes, mungkin agak lama sembuh luka seperti ini dan sekarang masih di rawat di Ar Bunda,

tapi kata dokternya besok sudah bisa pulang bila tidak ada halangan Senin (7/8/2023) besok," ungkapnya.

Anak Korban Minta Hukuman Berat

Sementara itu AJ (45), wali murid yang merupakan pelaku penganiayaan terhadap Zahraman (58), seorang guru SMA Negeri 7 Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, akhirnya menyerahkan diri.

Diantar keluarganya, AJ menyerahkan diri ke Mapolres Rejang Lebong pada Sabtu (5/8/2023) malam.

Diketahui, AJ melarikan diri setelah melakukan penganiayaan dengan mencelakai mata Zahraman menggunakan ketapel.

“Kami menyerahkannya secara sehat, kami berharap dia (AJ) juga bisa begitu seterusnya,” kata salah satu keluarga AJ, Sabtu.

Anak AJ, PDM (16) yang ikut mengantar AJ ke kantor polisi pun berharap masih bisa diizinkan untuk menengok ayahnya.

Baca juga: Kisah Mbah Tun Menang Melawan BPN dan Bank, Berawal dari Cap Jempol hingga Sertifikat Tanah Dilelang

Sementara itu, keluarga Zahraman menyambut baik penyerahan diri AJ.

Anak Zahraman, Ilham Mubdi, mengatakan bahwa dia sempat kaget mendengar informasi bahwa AJ menyerahkan diri.

Dia berharap, AJ mendapatkan hukuman yang berat karena melakukan penganiayaan yang menyebabkan ayahnya luka berat hingga cacat.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved