Sejarah
Pusat Studi Sejarah dan Ideologi Unsam Langsa Lakukan Kajian Makam Putri Nurul A'la di Aceh Timur
Jarak tempuh untuk menuju lokasi Makam Putri Nurul A’la sekitar 45 Km dari Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur, di Gampong Seumanah Jaya Kreung Tuan, Kecama
Penulis: Zubir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Zubir I Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Pusat Studi Sejarah dan Ideologi Universitas Samudra (Unsam) Langsa melakukan kajian dan telaah Makam Putri Nurul A’la, di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
Tim diketuai oleh Koordinator Pusat Studi Sejarah dan Ideologi Unsam Langsa, Dr. Usman, M.Pd, bersama anggota Tim Peneliti Dr. Aulia Rahman, S.Hum, MA, Madan Anis, S.Pd, M.Pd, dan Dr. Mufti Rinjani, S.Pd, M.Pd, Usman, S.Pd, merupakan Dosen Sejarah Unsam.
Perjalanan Tim juga ikut dipandu Suriadi, SE selaku Plt. Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur.
Baca juga: VIRAL Video Tak Senonoh dengan Minyak Telon, Siswi SMP Ini Akhiri Hidup Gara-gara Tak Kuat Dibully
Jarak tempuh untuk menuju lokasi Makam Putri Nurul A’la sekitar 45 Km dari Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur, di Gampong Seumanah Jaya Kreung Tuan, Kecamatan Rantau Peureulak, menggunakan kenderaan roda empat.
Sesampai di lokasi Makam Putri Nurul A’la, Tim peneliti menyaksikan terdapat 2 makam di komplek, yaitu Makam Putri Nurul ‘Ala dan pengawalnya yang terletak dipinggir Kreung Tuan, yang hulunya dari Lokop dan muara ke Kuala Pereulak.
Menurut Dr. Usman, Selasa (8/8/2023), dari hasil kajiannya bahwa batu nisan Putri Nurul A’la bagian kepala tertulis kalimat “Lailahaillallah” dengan tulisan huruf arab.
Selain itu di luar area makam itu ada dua makam, tapi tidak diketahui nama makamnya.
Atas dasar hal tersebut bahwa hasil kajian dan telaah Dosen Sejarah Unsam menerangkan dari temuan adalah Putri Nurul A'la (cahaya yang tinggi) salah seorang keturunan keluarga besar Kesultanan Peureulak yang ke-11 pada masa Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Syah Johan Berdaulat (1078-1108), yang asal usulnya dari Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah yang semula bernama Saiyid Abdul Aziz Syah Johan Berdaulat.
Putri Nurul ‘Akla adalah salah satu tokoh wanita berperan penting di dalam sejarah Kesultanan Pereulak dan sangat berpengaruh dalam sektor pemerintahan kerajaan Islam Pereulak yang merupakan wilayah pantai Timur Aceh.
Juga wilayah yang sangat kaya akan jenis Kayu Peureulak (Kayee Peureulak atau Kayu Perlak), damar serta kayu barus, yang dicari oleh pedagangan Timur Tengah (Mesir dan Persia) waktu itu.
Popularitas kayu perlak membuat banyak pendatang mengunjungi wilayah tersebut, sehingga disebutlah sebagai “Negeri Perlak".
Hal ini Putri Nurul “Akla berperan besar sebagai Mangkubumi yang memegang peranan dalam bidang ekonomi pada masa itu dengan jabatannya sebagai ketua bendahara kerajaan (baitul mal).
Kemudian Nurul A’la mengangkat seorang pembantunya (setingkat Menteri Pendidikan sekarang) Syech Sulaiman Al-Arabi untuk meningkatkan kualitas pendidikan kepada seluruh masyarakat Pereulak.
Lembaga tersebut bernama Dayah Aziziyah di Bukit Cibrek (Desa Teumpeun sekarang).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/makam-7880o.jpg)