Selasa, 19 Mei 2026

Berita Pidie

Jumat Curhat, Masyarakat Tiro Minta Penanganan Gangguan Gajah Liar Berkelanjutan

Sulaiman mengaku selama ini petugas dari BKSDA Aceh, datang ke Tiro, ketika terjadi gangguan gajah liar saja.

Tayang:
Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
Dok Polsek
Pertemuan 'jumat curhat' masyarakat dan Kapolsek Tiro/Truseb Iptu Zery Irfan di wilayah setempat, Kamis (10/8/2023) 

Sulaiman mengaku selama ini petugas dari BKSDA Aceh, datang ke Tiro, ketika terjadi gangguan gajah liar saja.

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Persoalan gajah di wilayah Pidie belum juga tuntas. Hal ini menjadi hal mengkhawatirkan masyarakat.

Warga Gampong Daya Cot, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Aceh dapat menangani gangguan gajah liar di secara berkelanjutan di daerah itu.

"Kami minta masalah gajah bisa diatas. Gajah liar di tempat kami ini sudah sangat meresahkan, tanaman masyarakat kami juga habis dimakan gajah. Karena itu kami memohon BKSDA dapat menangani persoalan ini dengan tutas,” kata Keuchik Gampong Daya Cot, Kecamatan Tiro, Sulaiman.

Keluhan ini disampaikan Sulaiman pada acara “Jumat Curhat” yang digelar Polsek Tiro/Truseb di Gampong Daya Cot, Kamis (10/8/2023) malam.

Sulaiman mengaku selama ini petugas dari BKSDA Aceh, datang ke Tiro, ketika terjadi gangguan gajah liar saja.

Setelah menghalau hewan berbadan besar itu ke dalam hutan, lalu mereka pun kembali ke Banda Aceh.

Nah, setelah mereka pulang ke Banda Aceh, kawanan gajah liar yang diusir balik kembali ke perkampungan penduduk dan merusak lagi tanaman-tanaman warga.

“Dalam pertemuan ini, masyarakat berharap agar dilakukan penanganan secara berkelanjutan.

Jangan hanya ketika ada gajah saja, baru BKSDA datag untuk mengusir, tetapi bagaimana caranya agar ditangani Gajah-Gajah tersebut tidak turun lagi ke perkampungan warga,” pinta Sulaiman.

Kapolsek Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie Iptu Zery Irfan SH MH, yang hadir memimpin kegiatan Jumat Curhat itu mengatakan akan melaporkan keluhan masyarakat tersebut ke Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali SIK, agar bisa berkoordinasi dengan pihak BKSDA Aceh guna menentukan langkah-langkah yang diambil dalam menangani satwa gajah liar tersebut.

Dalam kesempatan itu, Iptu Zery, mengatakan masalah ini akan ditindaklanjuti. Pihaknya sangat memahami keluhan masyarakat Tiro/Truseb yang sehari-hari berprofesi sebagai petani kebun dan petani sawah.

Jadi, adanya gajah liar ini sangat meresahkan masyarakat.

Disebutakan, apalagi menjelang panen tanaman-tanaman yang selama ini mereka rawat diobrak abrik oleh kawanan satwa liar yang dilindungi seperti gajah liar dan sebagainya.


Iptu Zery tetap mengingatkan warganya untuk tidak membunuh hewan-hewan liar itu, karena bisa berhadapan dengan hukum. Sebab gajah liar, itu salah satu jenis hewan yang dilindungi.

“Kami mohon kepada semua masyarakat, jika melihat ada kawanan gajah liar yang mengarah ke perkampungan warga agar segera memberitahukan kepada kami.

Ini adalah sebagai langkah awal akan kita halau gajah-gajah liar itu menggunakan petasan. Kami juga berharap kesabaran masyarakat dalam mengatasi masalah ini,” pungkasnya. (*).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved