Mualaf Jepang Kyoichiro Sugimoto Ajak Masyarakat Indonesia Berdakwah di Negeri Sakura

“Di Jepang, orang Islam masih sangat sedikit. Hanya sekitar 200 ribu orang, kebanyakan ekspatriat (orang non Jepang). Maka peluangnya...

Editor: Eddy Fitriadi
IST
Kyoichiro Sugimoto (dua kiri). Mualaf Jepang Kyoichiro Sugimoto Ajak Masyarakat Indonesia Berdakwah di Negeri Sakura. 

SERAMBINEWS.COM - Mualaf asal Jepang, Kyoichiro Sugimoto Salman menceritakan peluang dan tantangan dakwah di Negeri Sakura.

Menurutnya, Jepang sangat terbuka bagi dakwah Islam dan setiap tahun terus bertambah masjid di negara itu.

“Di Jepang, orang Islam masih sangat sedikit. Hanya sekitar 200 ribu orang, kebanyakan ekspatriat (orang non Jepang). Maka peluangnya sangat besar,” kata Kyoichiro Sugimoto di hadapan para peserta seminar dakwah di Jepang, yang diselenggarakan oleh World Halal Industrial Trade and Alliances (WHITA), Selasa (22/8/2023) di Jakarta.

Sugimoto juga mengatakan, orang Jepang relatif mudah menerima Islam asalkan para dai bisa menerangkan tentang Islam secara logis dan simpel.

Oleh karenanya, ia mengajak para pendakwah, khususnya dari Indonesia untuk berdakwah di Jepang karena peluangnya sangat besar.

Sementara itu tantangannya bahwa kebanyakan orang Jepang memeluk agama Sinto yang mempercayai banyak dewa.

Sebagian orang Jepang juga membaca media-media yang menyudutkan Islam sehingga mereka memiliki anggapan negatif terhadap Islam.

Mualaf asal Chiba ini juga mengatakan, saat ini ada 120 masjid di Jepang. Hal ini meningkat masif dibandingkan dengan tahun 1990 lalu yang hanya dua masjid.

World Halal Industrial Trade and Alliances (WHITA) adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam perdagangan halal khususnya di Jepang, dengan visi membangun kehidupan Sosial dan Ekonomi Halal sesuai ajaran Islam dengan mengedepankan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi.

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Arif Ramdan yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan paparan yang disampaikan Sugimoto merupakan peluang bagi para alumnus Fakultas Dakwah dan para dai untuk ambil bagian dalam dakwah Islam di Jepang.

Dalam seminar tersebut, menurut Arif Ramdan juga terbuka peluang kerjasama dan pengiriman tenaga kerja ke Jepang dengan kualifikasi keahlian tertentu dan mampu berdakwah.

"Ke depan tenaga kerja yang dikirim ke Jepang selain cakap dalam bidang pekerjaan juga mampu berdakwah. Saya kira ini dapat dijalin kerjasama Aceh dan Jepang, tentu melibatkan berbagai stakeholder lainnya," demikian Arif.(rel/*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved