Jumat, 24 April 2026

Warga Aceh Dianiaya hingga Meninggal

Keberadaan Ponsel Imam Masykur Masih Misteri, Diduga Ada Percakapan Sebelum Pembunuhan

Polisi masih belum menemukan ponsel milik korban yang bisa dijadikan bukti tambahan dalam kasus yang melibatkan oknum....

|
Editor: Eddy Fitriadi
youtube/KOMPASTV
Tampang 3 Oknum TNI Aniaya Imam Masykur Pria Aceh Hingga Tewas yakni Praka J, Praka HS serta Praka RM. Keberadaan Ponsel Imam Masykur Masih Misteri, Diduga Ada Percakapan Sebelum Pembunuhan. 

SERAMBINEWS.COM - Keberadaan ponsel milik Imam Masykur (25), warga Aceh yang menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh oknum TNI AD hingga meninggal, hingga kini masih misteri.

Polisi masih belum menemukan ponsel milik korban yang bisa dijadikan bukti tambahan dalam kasus yang melibatkan oknum Paspampres, Praka RM.

Imam Masykur dianiaya hingga meninggal oleh Praka RM dan dua oknum TNI yakni Praka HS dan Praka J. 

Selain diculik dan dianiaya hingga tewas, Imam Masykur beserta keluarga sempat dimintai uang tebusan sebesar Rp 50 juta oleh para tersangka.

Imam Masykur dituduh mengedarkan obat-obatan ilegal.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigjen TNI Hamim Tohari, memastikan pihaknya masih terus menindaklanjuti kasus pembunuhan ini.

"Masih ada perangkat telepon genggam korban yang belum ditemukan, namun kita terus mencari itu sehingga bisa didapat data-data percakapan," jelas Hamim Tohari, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (29/8/2023).

"Sehingga bisa terungkap, barangkali ada hal-hal lain yang melatarbelakangi kejadian ini," imbuh dia.

Hamim Tohari memastikan kasus penculikan, pembunuhan, dan pemerasan ini dipicu masalah ekonomi.

Menurut Hamim Tohari, ketiga tersangka berpura-pura menjadi polisi saat melancarkan aksinya.

Ketiganya berpura-pura menangkap korban yang disebut menjual obat-obatan ilegal.

"Memang saat ini yang lebih mengarah kepentingan ekonomi dengan berpura-pura menjadi aparat penegak hukum, yang kemudian melakukan penangkapan kepada korban yang dianggap pelaku sebagai pengedar obat-obatan," ujar Hamim Tohari.

"Dengan demikian, menimbulkan ketakutan dan dijadikan alat memeras keluarganya dengan meminta uang tebusan," sambungnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran soal keterlibatan korban dalam pengedaran obat-obatan ilegal.

Hamim Tohari melanjutkan, Praka RM dan komplotannya melancarkan aksi keji tersebut setelah mendapat informasi dari sejumlah rekan soal aktivitas korban.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved