Warga Aceh Dianiaya hingga Meninggal

Ponsel Imam Masykur Hilang usai Diculik dan Dibunuh Oknum Paspampres, Diduga Ada Jejak Percakapan

Pihak kepolisian masih menelusuri keberadaan telepon genggam milik Imam Masykur untuk dijadikan bukti tambahan kasus penculikan

|
Editor: Nur Nihayati
Kolase Serambinews.com
Warga Gandapura, Bireuen, Aceh menghembuskan napas terakhir diduga saat disiksa oleh oknum Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Foto kiri: almarhum Imam Masykur. Foto Kanan terduga pelaku Praka RM 

Pihak kepolisian masih menelusuri keberadaan telepon genggam milik Imam Masykur untuk dijadikan bukti tambahan kasus penculikan 

SERAMBINEWS.COM - Kasus pembunuhan Imam Masykur (25) warga Aceh di Jakarta diawali dengan penculikan dan pemerasan masih menjadi sorotan.

Imam merupakan pemuda asal Gampong Mon Kelayu, Bireuen ini dibunuh secara keji hingga jasadnya di buang ke sungai.

Hingga kini, telepon genggam milik pengusaha asal Aceh, Imam Masykur (25), korban penculikan dan penganiayaan oleh oknum TNI AD, belum juga ditemukan.

Pihak kepolisian masih menelusuri keberadaan telepon genggam milik Imam Masykur untuk dijadikan bukti tambahan kasus penculikan dan pembunuhan yang melibatkan oknum Prajurit Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres), Praka RM.

Seperti diberitakan, Imam Masykur meninggal dunia setelah diduga diculik dan dianiaya oleh Praka RM dan dua oknum TNI berinisial Praka HS serta Praka J.

Baca juga: VIDEO Tangis Kekasih Imam Masykur di Peti Mati, Calon Suaminya Kehilangan Nyawa di Tangan Praka RM

Selain diculik dan dianiaya hingga tewas, Imam Masykur beserta keluarga sempat dimintai uang tebusan sebesar Rp 50 juta oleh para tersangka.

Imam Masykur dituduh mengedarkan obat-obatan ilegal.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigjen TNI Hamim Tohari, memastikan pihaknya masih terus menindaklanjuti kasus pembunuhan ini.

"Masih ada perangkat telepon genggam korban yang belum ditemukan, namun kita terus mencari itu sehingga bisa didapat data-data percakapan," jelas Hamim Tohari, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (29/8/2023).

Baca juga: Fakta Baru Kasus Penganiayaan Imam Masykur, Pelaku 3 Oknum TNI Asal Aceh, Ipar Praka RM Terlibat

"Sehingga bisa terungkap, barangkali ada hal-hal lain yang melatarbelakangi kejadian ini," imbuh dia.

Hamim Tohari memastikan kasus penculikan, pembunuhan, dan pemerasan ini dipicu masalah ekonomi.

Menurut Hamim Tohari, ketiga tersangka berpura-pura menjadi polisi saat melancarkan aksinya.

Ketiganya berpura-pura menangkap korban yang disebut menjual obat-obatan ilegal.

"Memang saat ini yang lebih mengarah kepentingan ekonomi dengan berpura-pura menjadi aparat penegak hukum, yang kemudian melakukan penangkapan kepada korban yang dianggap pelaku sebagai pengedar obat-obatan," ujar Hamim Tohari.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved