Rabu, 29 April 2026

Video

VIDEO Polisi Bongkar Sindikat Rumah Produksi Film Asusila, Model dan Selebgram Ikut Terlibat

di antara pemeran wanita tersebut, ada nama Siskaeee hingga Virly Virginia. Keduanya diketahui berperan dalam film berjudul 'Kramat Tunggak'.

Tayang:
Editor: Aulia Akbar

SERAMBINEWS.COM - Sejumlah artis, selebgram hingga foto model terlibat dalam produksi film porno yang digerebek polisi di Jakarta Selatan, Senin (11/9/2023) di antara pemeran wanita tersebut, ada nama Siskaeee hingga Virly Virginia.

Keduanya diketahui berperan dalam film berjudul 'Kramat Tunggak'.

Selain mereka, artis sampai selebgram yang turut berperan di rumah produksi film dewasa antara lain SE, E, CN, BLI, ZS, M, MGP, S, AB, dan J. Untuk pemeran pria, inisialnya adalah AG, RA, BP, UR, dan P.

Siskaeee adalah selebgram sekaligus model Siskaeee. Film Kramat Tunggak yang dia bintangi ini disiarkan berbayar melalui sebuah situs.

Dari pantauan Tribunnews.com, pengunjung situs itu sangat padat hingga sempat tidak bisa diakses.

Dalam Film Keramat Tunggak itu, Siskaeee berperan sebagai wanita penghibur atau PSK di sebuah lokalisasi.

Selain Siskaeee, film tersebut juga dibintangi oleh model dewasa Virly Virginia.

Pada film Kramat Tunggak, Virly Virginia juga ada sejumlah adegan panas serta dialog-dialog tidak sopan yang muncul.

Ade Safri menuturkan, cara pelaku berjumlah 5 orang merekrut para pemeran untuk terlibat dalam produksi film dewasa, satu di antaranya adalah melalui profiling media sosial.

Para pemeran film dewasa itu disebut Ade Safri tidak memiliki kontrak, melainkan dibayar Rp 10 juta-Rp 15 juta per judul film yang diperankan.

Diberitakan sebelumnya bahwa polisi menggerebek rumah produksi film dewasa di Jakarta Selatan. Sebanyak lima orang terdiri dari pemeran hingga produsernya ditangkap. Mereka berinisial I, JAAS, AIS, AT, dan SE.

Ada sebanyak 120 film yang mereka produksi dalam kasus temuan polisi ini.

Untuk pria berinisial I, perannya adalah sebagai sutradara, admin website, pemilik hingga produser. Sedangkan pria berinisial JAAS berperan sebagai kameramen. Sedangkan pria berinisial AIS dan AT berperan sebagai editor film dan sound enginering.

Ade menuturkan, masih ada 11 orang pemeran wanita dan lima pemeran pria di rumah produksi film dewasa tersebut dalam pengejaran.

Ia juga menambahkan, para tersangka sudah mendapat keuntungan sejak melakukan aksi itu pada 2022 dengan total Rp 500 juta.

Kini, mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.(*)

VO: Syita
Editor Video: Muhammad Aulia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved