Kamis, 7 Mei 2026

Prabowo Angkat Bicara Dituduh Tampar dan Cekik Wakil Menteri, Jokowi: Prabowo Sosok yang Sabar

Informasi itu menyebutkan bahwa peristiwa penamparan tersebut terjadi di Istana Kepresidenan menjelang rapat terbatas.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
(DOKUMENTASI WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN )
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selfie dengan wartawan seusai keduanya bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/9/2019). 

Jawaban Prabowo tersebut disampaikan usai dirinya dan Presiden Jokowi mengunjungi pabrik PT Pindad yang berada di Jawa Barat.

Saat Prabowo memberikan jawaban, Presiden Jokowi berada di sampingnya.

Hadir pula Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

Baca juga: Cek Fakta Benarkah Capres Prabowo Tampar dan Cekik Wamen di Rapat Kabinet? Ini Klarifikasi Gerindra

Jokowi pun sempat tertawa mendengar pertanyaan dari wartawan soal kabar menampar dan mencekik itu.

Kepala Negara meminta wartawan melakukan pengecekan ulang terkait informasi tersebut.

"Ya ditanyakanlah. Dalam situasi politik seperti ini pasti banyak isu-isu seperti itu. Jadi tolong di-cross check kebenarannya," ungkap Jokowi.

"Ketemu saja (dengan wamen belum), kan beliau (Prabowo) menyampaikan, ketemu saja kan (belum pernah dengan wamen)," lanjutnya.

Jokowi menambahkan, saat ini, Prabowo merupakan sosok yang sabar.

Kalimat Jokowi itu langsung mengundang tawa dari Prabowo sendiri, KSAD Dudung, ataupun Pj Gubernur Bey Machmudin.

"Pak Prabowo sekarang sabar kok," kata Jokowi.

Sebelum pergi ke Jawa Barat pada Selasa siang, Presiden Jokowi juga sempat memberikan tanggapan mengenai isu penamparan dan pencekikan yang diduga dilakukan Prabowo.

Jokowi mengatakan, sepengetahuannya tidak ada kejadian seperti yang disebutkan di media sosial.

"Setahu saya tidak ada peristiwa seperti itu. Masa nyekek," ujar Jokowi di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, pada Selasa pagi.

Kepala Negara kemudian meminta agar semua pihak tidak menerima berita yang beredar secara mentah-mentah. Sebab, di tahun politik, akan ada banyak berita yang beredar.

"Memang tahun politik itu banyak berita-berita seperti itu, tolong di-cross check, di-cross check kebenarannya, jangan diterima mentah-mentah setiap ada berita," tambahnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved