Selasa, 14 April 2026

PENGAKUAN 2 Artis Dijebak Main Film Dewasa Bareng Siskaeee, Dapat Bayaran Rp 500 Ribu

Nasib apes menimpa dua artis yang ikut terlibat dalam produksi film dewasa bersama Siskaeee.

Editor: Amirullah
YouTube Belum Punya IQ
Potongan film Kramat Tunggak. Adengan Siskaeee sedang berbincang dengan Ujang Ronda yang berperan sebagai pemilik warung kopi. Belakangan Ujang Ronda mengaku sebagai korban yang dijebak main film dewasa 

SERAMBINEWS.COM - Ini pengakuan 2 artis yang dijebak main film dewasa bersama Siskaeee.

Diketahui, baru-baru ini terungkap rumah produksi film dewas di Jakarta Selatan.

Dalam produksi film dewasa tersebut, selebgram hingga artis dilibatkan.

Namun, nasib apes menimpa dua artis yang ikut terlibat dalam produksi film dewasa bersama Siskaeee.

Dua artis itu belum lama ini sudah diperiksa Polda Metro Jaya guna menjadi saksi kasus film porno di Jakarta.

Artis pertama adalah Virly Virginia yang sudah diperiksa penyidik pada Selasa (19/9/2023).

Diketahui setelah selesai diperiksa, Virly Virginia kembali menegaskan bahwa ia turut terlibat dalam film porno itu karena dijebak.

"Memang saya merasa dijebak karena di sini saya juga sebenarnya nggak tahu kalau itu bakal ada web dewasa," kata Virly Virginia, Selasa.

Potongan film Kramat Tunggak. Adengan Siskaeee sedang berbincang dengan Ujang Ronda yang berperan sebagai pemilik warung kopi. Belakangan Ujang Ronda mengaku sebagai korban yang dijebak main film dewasa
Potongan film Kramat Tunggak. Adengan Siskaeee sedang berbincang dengan Ujang Ronda yang berperan sebagai pemilik warung kopi. Belakangan Ujang Ronda mengaku sebagai korban yang dijebak main film dewasa (YouTube Belum Punya IQ)

Virly Virginia menambahkan, bahwa ia dipaksa oleh sutradara film porno tersebut, Irwansyah.

"Memang ditawarkan sama om Irwan ya, Irwansyah. Jadi semuanya memang disuruh dan dipaksa sama Irwansyah," jelas Virly Virginia.

Selain itu, Virly Virginia menjelaskan bahwa ia tidak dibayar mahal melainkan hanya mendapat bayaran kisaran di atas Rp 1 juta untuk satu hari.

"Dari Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, satu hari," ujar Virly.

Virly menilai, apa yang ia lakukan tak sebanding dengan bayarannya.

Ia juga menyebut pembayarannya tidak langsung alias terlambat.

"Pembayaran pun tidak langsung dibayarkan, tapi disendat-sendat juga," tukasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved