Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

2 Warga Ukraina Tewas Dihantam Rudal Rusia, Beberapa Orang Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan

Serangan tersebut terjadi sehari setelah adanya laporan sabotase di lapangan terbang militer Rusia di Chkalovsk dekat Moskow.

Editor: Faisal Zamzami
Selebaran / LAYANAN DARURAT UKRAINIAN / AFP
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis oleh Layanan Darurat Ukraina pada 19 September 2023 menunjukkan petugas pemadam kebakaran memadamkan api di sebuah gudang setelah penembakan di Kherson. Rudal Rusia menghantam kota-kota di seluruh Ukraina pada Kamis (21/9/2023) pagi waktu setempat. Memicu kebakaran dan dua orang tewas. Selebaran / LAYANAN DARURAT UKRAINIAN / AFP 

SERAMBINEWS.COM - Rudal Rusia menghantam kota-kota di seluruh Ukraina pada Kamis (21/9/2023) pagi waktu setempat.

Menurut pihak berwenang Ukraina, serangan Rusia itu memicu kebakaran dan menewaskan sedikitnya dua orang.

Sementara itu, beberapa orang lainnya terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Dilansir ABC News, serangan rudal dini hari tersebut adalah yang terbesar di Rusia dalam sebulan terakhir.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah adanya laporan sabotase di lapangan terbang militer Rusia di Chkalovsk dekat Moskow.

Kejadian ini juga bertepatan dengan KTT Majelis Umum PBB di New York, di mana Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyampaikan pidato dan memaparkan "formula perdamaian" Ukraina.

Selain itu, hari ini, Kamis (21/9/2023) merupakan Hari Perdamaian Internasional. 

Namun, kemalangan-kemalangan tanpa perdamaian justru membayangi Ukraina.

Mereka bukan hanya dihantam oleh rudal-rudal dari Rusia, melainkan juga dihantam kabar buruk dari Polandia.

Polandia mengatakan akan berhenti mengirimkan senjatanya ke Ukraina karena negara itu berupaya memodernisasi militernya sendiri.

Tentu keputusan tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi upaya Ukraina untuk menahan gempuran Rusia. Bagaimanapun mereka masih membutuhkan bantuan senjata. 

Baca juga: Militer Ukraina Kalim Kuasai Desa Andriivka, Sebut Pasukan Rusia Alami Kerugian Besar

Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, mengatakan keputusan itu tidak terkait dengan larangan sementara impor gandum Ukraina.

Di sisi lain, perselisihan soal apakah biji-bijian Ukraina harus diizinkan memasuki pasar domestik Polandia dan negara-negara Uni Eropa lainnya telah mendorong hubungan erat kedua negara ke titik terendah sejak Rusia menginvasi Ukraina tahun lalu.

“Kami tidak lagi mengirimkan senjata apa pun ke Ukraina karena sekarang kami akan mempersenjatai diri dengan senjata paling modern,” katanya dalam wawancara di stasiun TV swasta Polsat News, Rabu (20/9/2023) malam dilansir ABC News.

Morawiecki menekankan bahwa Polandia akan mempertahankan kepentingan ekonominya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved