Jumat, 8 Mei 2026

Berita Pidie

Distanpang Pidie Jamin Stok Pupuk untuk Petani, Ini Sisa Urea dan NPK belum Tersalurkan

Kata Hasballah, kebutuhan telah mampu ditangani karena pemerintah pusat telah memberikan kuota sesuai dengan kebutuhan bagi petani.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Dintanpang Pidie, Hasballah. 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie menjamin stok pupuk Urea dan NPK-Phonska untuk petani pada musim tanam (MT) padi rendengan dengan luas areal sawah 24.784 hektare. 

MT rendengan dilakukan serentak pada Oktober 2023, kecuali untuk kawasan Tangse, Mane, dan Geumpang.

" MT rendengan tahun 2023-2024, dengan luas baku sawah 24.784 hektare, akan mencapai target untuk tanam serentak. Sebab, persoalan pupuk mau pun kebutuhan air pada tanam padi kali ini akan mencukupi," kata Kepala Distanpang Pidie, Hasballah kepada Serambinews.com, Sabtu (23/9/2023).

Kata Hasballah, kebutuhan telah mampu ditangani karena pemerintah pusat telah memberikan kuota sesuai dengan kebutuhan bagi petani.

Untuk pupuk NPK-Phonska, sebutnya, telah diberikan kuota untuk Pidie berjumlah 12.882 ton. 

Ia menyebutkan, pupuk NPK Phonska telah terserap hingga 31 Agustus 2023, mencapai 6.145 ton.

Saat ini, pupuk NPK Phonska masih tersisa 6.337 ton.

Sementara pupuk urea, terang Hasballah, telah terserap sebanyk 6.497 ton.

Sehingga kini sisa pupuk Urea sebanyak 10.548 ton.

"Saya rasa dengan sisa pupuk Urea maupun NPK Phonska yang stoknya masih tinggi akan cukup untuk kebutuhan luas tanaman padi pada MT rendengan ini,” terang Kadistanpang.

“Jatah pupuk tersebut harus mampu terserap semua oleh petani. Sebab, jika tidak terserap semuanya, makah jatah tahun selanjutnya akan dikurangi, makanya penggunaan pupuk harus habis," tegasnya.

Selain itu, kata Hasballah, untuk kebutuhan air pada MT rendengan akan terpenuhi, mengingat debit air tinggi seiring curah hujan tinggi. 

Kendati pun, sebut Hasballah, saat ini infrasruktur pertanian seperti irigasi tersier maupun skunder tidak optimal lagi.

Sebab, dominan infrasruktur telah lama dibangun sehingga tidak efektif menyuplai air. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved