Berita Aceh Singkil
Menikmati Perjalanan Naik Kapal Tradisional dari Singkil ke Pulau Banyak
Naik kapal kayu dari Aceh Singkil ke Pulau Banyak harus dibikin asik. Jika tidak, pelayaran arungi lautan lebih dari tiga jam akan terasa membosankan.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Taufik Hidayat
Penulis Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Sabtu 30 September 2023, waktu menunjukan pukul 13.44 WIB ketika awak kapal motor (KM) Ela Riezki melepas tali tambat dari dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Anak Laut, di Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil.
Mesin menderu memutar kipas pendorong laju kapal kayu berbadan besar meninggalkan daratan menuju Pulau Banyak.
Sehari ada tiga unit kapal tradisional yang layani rute pelayaran Anak Laut ke Pulau Banyak. Kebetulan Serambinews.com ke Pulau Banyak, mendapat giliran KM Ela Riezki.
Penumpang orang dan barang yang dibawa berlayar KM Ela Riezk, sedikit saja. Sehingga cukup leluasa merebahkan diri sambil menikmati alunan ombak pelayaran di atas kapal yang terdiri dari dua lantai tersebut.
Naik kapal kayu dari daratan Aceh Singkil ke Pulau Banyak harus dibikin asik. Jika tidak, pelayaran arungi lautan lebih dari tiga jam akan terasa membosankan.
Untungnya pelayaran dimulai dari Anak Laut, setelah pihak pengelola kapal yang melayani rute pelayaran ke Pulau Banyak dan sebaliknya pindah dari Jembatan Tinggi Pulo Sarok, Singkil.
Pelayaran dari Anak Laut, penumpang tidak perlu senam jantung melewati muara dangkal. Lantaran pelayaran mulus tanpa hambatan.
Bandingkan bila melalui jembatan Tinggi Pulo Sarok, Singkil, penumpang kerap dilanda kecemasan karena harus melewati muara Kuala Gabi yang dangkal serta berombak besar.
Pengelola kapal mengenakan tarif Rp 50 ribu untuk rute pelayaran ke Pulau Banyak dan sebaliknya melalui PPI Anak Laut. Ongkos tersebut naik Rp 20 ribu dengan pelayaran dari Jembatan Tinggi Pulo Sarok.
Pindahnya rute pelayaran dari Jembatan Tinggi Pulo Sarok, membuat pengelola kapal tradisional harus menambah bahan bakar sekitar setengah jerigen.
Walau baru aktif sekitar sebulan warga lokal yang memberikan pelayanan di Anak Laut kepada penumpang kapal tujuan Pulau Banyak dan kembali, cukup ramah.
"Kami berusaha memberikan pelayan yang bagus kepada penumpang," kata Makmur pemilik warung sekaligus pengawas buruh bongkar muat barang ke kapal.
Menurut Makmur, satu-satunya kendala masih ada alur pelayaran dekat muara Anak Kaut, yang dangkal. Memang kapal tak sampai sangkut ketika melintasi, namun lajunya harus dipelankan.
Makmur menitip pesan, agar rencana pengerukan segara terealisasi agar tidak hanya kapal barang dan orang yang bisa sandar di PPI Anak Laut. Tetapi kapal ikan juga bisa sandar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kapal-tradisional-Pulau-Banyak.jpg)