Berita Pidie
Pemkab Pidie Targetkan Kemiskinan Ekstrem Jadi Nol di 2024, Bekali Petani Garam di Batee
Disperindagkop dan UKM Pidie membekali petani garam tradisional dari Gampong Crum dan Rungkom, Kecamatan Batee.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Laporan Muhammad Nazar | Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Pidie membekali petani garam tradisional dari Gampong Crum dan Rungkom, Kecamatan Batee.
Petani garam yang dibekali pelatihan itu terdiri dari emak-emak yang dilaksanakan di Hotel Delima.
Peserta diberikan bantuan seperti cangkul, sekop, hingga wadah atau kuali untuk memproduksi garam secara tradisional.
"Pelatihan untuk petani garam tradisional, salah satu cara mengurangi angka stunting yang locusnya di Pidie tahun 2022," kata Asisten II Setdakab Pidie, Tarmizi kepada Serambinews.com, Sabtu (30/9/2023).
Ia menjelaskan, pembekalan pelatihan terhadap petani garam sebagai sasaran untuk menurunkan angka kemiskinan.
Jumlah peserta sebanyak 100 orang, yang didominasi emak-emak.
Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM.
Kata Tarmizi, program terhadap petani garam agar kemiskinan ekstrem menjadi nol pada tahun 2024.
Untuk itu, semua SKPK harus merumuskan terobosan sehingga kemiskinan ekstrem mampu dihapuskan di Pidie.
Menurutnya, sesuai dengan data, bahwa saat ini adanya lima kecamatan yang masih ditemukan kemiskinan ekstrem.
Adalah Mutiara, Mutiara Timur, Tangse, dan Kecamatan Batee.
Makanya, SKPK harus bersungguh-sungguh supaya bisa tercapai target yang diinginkan.
Menurutnya, produksi garam lokal kurang diminati akibat cara pengelolaannya belum bersertifikat halal.
Untuk itu, produksi garam lokal itu harus diperkenalkan ke Kementrian dalam meningkatkan UMKM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelatihan-petani-garam-Batee.jpg)