Selasa, 28 April 2026

Tramadol

Akhyar Kamil Bantah Jadi Bos Tramadol: Silahkan Lapor Polisi Jika Terbukti

Namun, persoalan itu berujung damai, karena ketua Umum PAS itu telah memaafkan pelaku. Dan Ahyar mengaku tidak pernah membuat laporan tersebut.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBI INDONESIA
Ketua Umum Persaudaraan Aceh Serantau (PAS), Ahyar Kamil 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Ketua Umum Persaudaraan Aceh Serantau (PAS), Ahyar Kamil bersilahturrahmi dengan sejumlah tokoh di Lhokseumawe, Kamis (5/10/2023), .

Dalam pertemuan itu, ia banyak bercerita tentang isu terhadapnya, salah satunya terkait korban meninggal karena ditusuk oleh satpam dikomplek perumahan di Jakarta.

Dan bahkan tersebar di media sosial menggiring isu bahya kejadian itu di rumah ketua umum PAS.

Isu tersebut dilakukan oleh salah satu tokoh pemuda dan kini telah dilaporkan ke polisi karena dinilai telah melakukan pencemaran nama baik organisasi.

Namun, persoalan itu berujung damai, karena ketua Umum PAS itu telah memaafkan pelaku. Dan Ahyar mengaku tidak pernah membuat laporan tersebut.

Baca juga: Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini Turun, Berikut Rinciannya Pada Jumat 6 Oktober 2023

Itu semua murni dari anggota PAS Lhokseumawe dan Aceh Utara yang melaporkan kejadian tersebut karena dinilai ada unsur pencemaran nama baik.

Di sisi lain, dirinya membantah tuduhan bahwa dirinya adalah bos mafia obat tramadol di Jakarta.

Ahyar mengatakan, dirinya tidak pernah membeli, menjadi distributor, agen, atau sales obat tramadol, apalagi memiliki toko obat.

Baca juga: Akhir Pekan Ini, BMKG Prediksi Hujan Guyur Bener Meriah Hingga Langsa

"Ini negara hukum, jika ada yang tahu dan punya bukti, silahkan dilaporkan saja ke polisi. Biar polisi mengungkap dan masyarakat bisa tahu kebenarannya," tegas Ahyar.

Dikatakannya, di Jakarta dirinya sibuk dengan berbagai kegiatan sosial melalui lembaga PAS yang didirikannya sejak tahun 2012.

"Mulai dari membawa pulang jenazah ke Aceh, menyekolahkan anak terlantar, sunat massal, dan banyak kegiatan sosial lainnya. Bahkan mudik gratis sudah 2 tahun dilakukan untuk warga Aceh," tambahnya.

Diakuinya, semua anggaran kegiatan sosial tersebut, berasal dari para relawan dan pengusaha Aceh yang ada di Jakarta, baik yang bekerja sebagai supir angkot, penjual mi Aceh, toko sembako, dan lain-lain.

"Bahkan ada bantuan dari pemerintah Aceh sendiri seperti 2 mobil ambulance yang digunakan PAS untuk membawa pulang jenazah," ucap Ahyar, putra asal Desa Kuta Blang itu.

Ahyar mengaku di Jakarta dirinya memiliki sejumlah perusahaan bisnis untuk membantu warga Aceh dan kegiatan sosial tersebut, seperti PT Ahya Sejahtera yang bergerak di bidang jasa dan konsultan.

"Kita bekerja sama dengan sejumlah perusahaan perbankan di Jakarta, seperti BCA Finance dengan memberikan jasa sesuai kebutuhan perusahaan," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved