Selasa, 12 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

BPBD Aceh Tamiang Kerahkan 500 Dump Truk Timbun Abrasi di Aceh Tamiang

“Kami juga sudah menanam rumput vertiver, rumput ini sangat dianjurkan untuk mencegah tanah longsor,” kata Bayu, sapaan Iman Suhery, Kamis (12/10/2023

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Dok BPBD
BPBD Aceh Tamiang menanam rumput vertiver di lokasi abrasi yang baru selesai ditimbun menggunakan 500 unit dump truk. 

“Kami juga sudah menanam rumput vertiver, rumput ini sangat dianjurkan untuk mencegah tanah longsor,” kata Bayu, sapaan Iman Suhery, Kamis (12/10/2023).

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mengerahkan 500 unit dump truk untuk menimbun abrasi di Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun.

Abrasi ini telah menggerus daratan seluas 100 meter dan mengancam satu unit rumah dan jalan raya ambles ke sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery mengatakan penimbunan tanah ini memakan waktu 10 hari dan melibatkan warga dalam jumlah besar. 

Areal abrasi yang sudah ditimbun, kemudian dikuatkan dengan tanggul dari ban traktor dan karung goni berisi tanah.

Dia menyebut jumlah ban traktor yang dijadikan tanggul sebanyak 100 unit, sedangkan karung goni berisi tanah sebanyak 700 karung.

“Kami juga sudah menanam rumput vertiver, rumput ini sangat dianjurkan untuk mencegah tanah longsor,” kata Bayu, sapaan Iman Suhery, Kamis (12/10/2023).

Sebelum menimbun dan membangun tanggul sementara, BPBD Aceh Tamiang terlebih dahulu merubah arus sugai. 

Diakuinya, pembuatan arus baru ini memakan waktu lama.

“Pengerjaannya 10 hari, yang membuat lama itu saat merubah arus. Ini ada tantangan tersendiri,” kata dia.

Baca juga: VIDEO Warga Minta Tanggul di Muara Dipindahkan ke Lokasi Abrasi Imbas Makin Parahnya Abrasi

Terpisah, Datok Penghulu Kampung Selamat, Suherman menilai hasil penanggulangan BPBD sangat memuaskan dan dinilai cukup untuk mencegah abrasi susulan. 

Namun tetap saja kata dia, perbaikan ini bersifat sementara karena mempertimbangkan geografis di daerah itu, dibutuhkan tanggul permanen.

“Paling tidak harus dibangun bronjong. Ini mendesak karena setiap tahun ada tanah yanag longsor,” kata Suherman.

Bronjong yang diperlukan disebutnya sepanjang 200 meter. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved