OPINI
Mengembangkan Keterampilan Kepemimpinan yang Efektif
Seorang pemimpin biasanya memiliki kualitas tertentu di dalam dirinya yang dipengaruhi berbagai faktor seperti faktor internal dan faktor eksternal
Oleh : Rizki Ardika
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala
KEPEMIMPINAN merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi suatu kelompok atau populasi serta mengajak atau mengarahkan kelompok tersebut untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai bersama.
Seorang pemimpin biasanya memiliki sifat temperamen watak dan kebiasaan maupun kepribadian yang khas sehingga tingkah laku dan gayanya berbeda dari orang lain.
Lalu mengapa terdapat beberapa pemimpin yang dengan mudah menginspirasi, melibatkan, dan mengayomi populasi banyak sementara yang lainnya harus berjuang untuk dapat berbuat demikian demi menakhlukkan populasi masyarakat?
Seorang pemimpin biasanya memiliki kualitas tertentu di dalam dirinya yang dipengaruhi berbagai faktor seperti faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal seperti iktikad dan niat yang sungguh-sungguh untuk menjadi pemimpin maupun naluri bawaan bagi mereka yang terlahir lengkap dengan kualitas di dalam didirinya.
Sedangkan faktor eksternal berupa pola pengasuhan yang di dapat dari keluarga, dorongan dari kelompok, serta kondisi darurat yang mengharuskan seseorang tersebut untuk menjadi seorang pemimpin.
Nah, kolaborasi antara kualitas diri dan kedua faktor tersebutlah yang menjadi titik pembeda seseorang dalam memimpin atau menjadi seorang pemimpin.
Dewasa ini, banyak platform yang menyediakan pelatihan maupun seminar tentang kepemimpinan, yang biasanya membahas atau mengajarkan tentang bagaimana untuk menjadi seorang pemimpin yang baik atau bagaimana agar seseorang tersebut dapat memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh, kuat dan berpengaruh.
Kepemimpinan seyogyanya memang dapat dilatih dan diasah sehingga sifat dan karakter memimpin dapat melekat pada diri seseorang akan tetapi jika tidak di barengi dengan kendali diri yang kuat maka hal tersebut akan sulit diaplikasikan.
Menurut Hasnul Suhaimi dalam bukunya yang berjudul everyone can lead, beliau mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin harus berfikir secara out of the box, yaitu mencari hal-hal yang tidak biasa yang bisa membawa kepada perubahan yang baru dengan tujuan membawa manfaat kepada khalayak ramai.
Salah satu hal yang dapat mempengaruhi kepemimpinan adalah adanya motivasi atau inspirasi. Terdapat banyak pemimpin-pemimpin dengan gaya dan karakter kepemimpinan yang hebat dan tentu saja, menjadikan mereka sebagai salah satu inpirasi untuk memimpin adalah hal yang baik untuk dilakukan, akan tetapi tetap memahami esensi diri dan mengetahui batasan-batasan yang layak agar kita tidak kehilangan jati diri dan memimpin dengan citra diri yang kita miliki.
Terdapat beberapa prasyarat untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, yaitu :
1. Memiliki fisik (appereance) yang baik
Istilah don’t jugde a book by it’s cover mungkin akan sedikit bertentangan dengan prasyarat ini karena dalam memimpin penampilan atau fisik akan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Penampilan akan menafsirkan karakter dan watak seseorang, sehingga seringkali terdapat istilah “first impresion” yaitu kesan pertama akan seseorang. Begitu juga dengan hal memimpin. Seorang pemimpin yang baik seyogyanya memiliki penampilan yang baik dan rapi sehingga akan meninggalkan kesan wibawa dan bersahaja.
2. Memiliki intelektual (IQ)
Intelektual atau kecerdasan merupakan hal yang penting bagi seorang pemimpin. Karena dalam memimpin banyak hal yang dilakukan dengan mengharuskan pertimbangan seorang leader atau pemimpin terlebih dahulu. Pemimpin yang baik pasti memikirkan pertimbangaan yang terbaik sebelum mengambil sebuah keputusan dengan mengedepankan kepentingan umum dan kesejahteraan bersama.
3. Memiliki kecerdasan Emosional (EQ)
Kecerdasan emosional (EQ) biasanya disebut juga dengan kemampuan dalam mengatur emosi, menjaga emosi, dan pengungkapan melalui kesadaran diri, pengendalian diri, empati, motivasi diri, dan keterampilan sosial. Kecerdasan emosional dianggap penting karena hal ini lah yang dapat membawa seseorang dalam memahami diri sendiri maupun memahami orang lain, sehingga munculnya sifat empati yang akhirnya akan memunculkan sikap paham akan keadaan sekitar, dan hal ini sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin didalam dirinya.
4. Memiliki kemampuan spiritual (SQ)
Kemampuan spiritual (SQ) merupakan kemampuan moral yang mengedepankan pikiran dan akal budi dalam menghadapi persoalan makna atau value serta menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks yang lebih luas.
Seorang pemimpin yang baik seyogyanya memiliki kemampuan spiritual yang cukup didalam dirinya agar terciptanya kemampuan mengendalikan perilaku dan moral yang baik ketika bertindak sebagai seorang pemimpin. Adapun beberapa prinsip moral yaitu seperti bertanggung jawab, memiliki prinsip, berani, dan menghargai orang lain. Dengan kata lain, dengan memiliki kemampuan spiritual tersebut seorang pemimpin akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur dan bermoral baik yang sesuai dengan nilai-nilai dasar yang ditetapkan di tatanan masyarakat.
Selain hal-hal tersebut di atas, seorang pemimpin juga membutuhkan hal-hal seperti mempunyai visi yang jelas sehingga kepemimpinan yang berada dibawahnya akan tertata akan di bawa ke jalan atau tujuan yang jelas.
Memiliki strategi yang unggul sehingga pemimpin tersebut dapat membawa kepada keadaan yang unggul pula. Keefektifan keterampilan memimpin seseorang akan terlihat ketika pemimpin tersebut dihadapkan dalam sebuah keadaan yang membutuhkan solusi dan pemecahan masalah, keputusan atau cara seperti apa yang akan diambil atau diputuskan untuk mencapai keadaan yang aman, dengan mengedepankan empati kepada khalayak ramai diatas kepentingan sendiri, dengan kata lain meminimalisir kerugian atau pun korban.
Dewasa ini, para pemimpin senantiasa menyesuaikan diri terhadap era yang sedang berjalan yaitu dengan kecanggihan tekhnologi dan ilmu pengetahuan yang kian berubah. Tidak ada salahnya mengubah gaya kepemimpinan dengan memodifikasikannya terhadap zaman sekarang, terlebih dengan adanya buah dari tekhnologi yaitu berupa sosial media yang menjadi platform untuk menyebarkan informasi kepada khalayak ramai.
Selain itu sosial media juga dapat dijadikan wadah untuk saling berkomunikasi antara pemimpin dengan yang dipimpin sehingga akan terciptanya hubungan yang lebih baik. Khalayak ramai tersebut dapat dengan mudahnya menyampaikan aspirasi-aspirasi mereka kepada pemimpin melalui sosial media tersebut sehingga pemimpin dapat dengan langsung mengetahui hal-hal yang sekiranya menjadi hal yang harus di perhatikan untuk perbaikan yang lebih baik lagi kedepannya. Dengan begitu akan turut membantu pula dalam mengembangkan keefektifan dalam hal memimpin.
Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi serta turut andil dalam pelibatan kepada masyarakat sehingga keduanya baik pemimpin maupun yang dipimpin akan sampai ke tujuan bersama dengan baik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20231013rz1.jpg)