Citizen Reporter
Berharap Desa Bebas dari Isolasi: Pengungsi Etnik Jawa, Gayo dan Aceh Eksodus di SMPN 32 Aceh Tengah
Berharap Desa Bebas dari Isolasi: Pengungsi Etnik Jawa, Gayo dan Aceh Eksodus di SMPN 32 Aceh Tengah
Hasan Basri M. Nur, Dosen UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, email: hasanbasrimnur@gmail.com
***
SERAMBINEWS.COM - Meski bencana banjir Siklon Senyar 2025 sudah berlalu dua bulan, namun masih terdapat sejumlah desa yang hingga kini masih terisolir. Jembatan yang roboh adalah penyebab utamanya.
Pada Minggu (18/01/2026), saya bersama Jamaluddin Jamil dan Safwan Gade berangkat ke desa terisolir yang terdapat di Kecamatan Ketol Aceh Tengah untuk mengantar bantuan dari donatur PT Artha Graha.
Kami mengangkut bantuan yang terdiri dari pakaian baru, kain sarung, mukena, kelambu, susu balita, makanan dan beberapa jenis kebutuhan pokok lainnya.
Kali ini, bantuan ini difokuskan pada satu desa yang terletak di paling ujung, yaitu Desa Bintang Pepara agar maksimal manfaatnya.
Sebenarnya di kawasan ini terdapat empat desa yang terisolir, yaitu Desa Burlah, Bugeara, Kekuyang dan Bintang Pepara.
Baca juga: VIDEO - Menggantung di Tali, Relawan Aceh Antar Bantuan ke Desa Terisolir di Ketol Aceh Tengah
Tapi hanya warga Desa Bintang Pepara yang harus mengungsi (eksodus) total ke SMPN 32.
“Kita menetapkan Desa Bintang Pepara untuk diantar bantuan kali ini.
Sebab, seluruh rumah di desa ini telah hancur, semua warga mengungsi ke SMPN 32,” ujar Jamaluddin Jamil dalam sambutan penyerahan bantuan.
Kami disambut ramah oleh Kepala Desa atau Reje Misran SH dan 99 KK pengungsi di SMPN 32 Aceh Tengah.
Para pengungsi tampak gembira atas kehadiran kami.
“Para pengungsi tidur di ruang kelas SMP. Satu kelas muat hingga 9 KK,” ujar Reje Misran SH.
Pengungsi dari Desa Bintang Pepara terdiri dari tiga etnik yaitu Jawa, Gayo dan Aceh.
Percakapan dalam tiga bahasa yaitu Jawa, Gayo dan Aceh, adalah hal biasa di desa ini.
| Ketika Haji Menjadi Puncak Pengorbanan yang Sesungguhnya |
|
|---|
| Phuket Destinasi Wisata yang Memanjakan Lidah dan Mata |
|
|---|
| Aceh dalam Bayang Transformasi Asia: Catatan dari Beijing tentang Masa Depan SDM Indonesia |
|
|---|
| Dari Beijing untuk Aceh: Membangun Generasi Masa Depan melalui Perdamaian dan Penguatan SDM |
|
|---|
| Saat Massa Menuntut Keadilan, Saiful Mencari Rezeki di Tengah Kericuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Hasan-Basri-M-Nur-bersama-Pengungsi-di-Aceh-Tengah.jpg)