Breaking News

Berita Bireuen

Murid TK Tun Sri Lanang Nobar Video Lahir Bireuen, Sempat Jadi Pusat Pemerintahan RI Hingga Mekar

Termasuk jauh sebelum menjadi Kabupaten, Bireuen sudah dikenal karena sempat dijadikan Pusat Pemerintahan Indonesia Darurat pada tahun 1948, sehingga

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
TK Tun Sri Lanang
Puluhan murid TK Tun Sri Lanang, Gampong Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Jumat (13/10/2023) nonton rekaman video sejarah Bireuen 

Termasuk jauh sebelum menjadi Kabupaten, Bireuen sudah dikenal karena sempat dijadikan Pusat Pemerintahan Indonesia Darurat pada tahun 1948, sehingga sampai kini Bireuen dijuluki sebagai Kota Juang

Laporan  Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Puluhan murid TK Tun Sri Lanang, Gampong Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Jumat (13/10/2023) nonton bareng atau nobar sejarah lahirnya Bireuen

Termasuk jauh sebelum menjadi Kabupaten, Bireuen sudah dikenal karena sempat dijadikan Pusat Pemerintahan Indonesia Darurat pada tahun 1948, sehingga sampai kini Bireuen dijuluki sebagai Kota Juang

Kemudian Bireuen yang masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara mekar menjadi Kabupaten Bireuen pada 12 Oktober 1999. 

Kini, kabupaten yang pertama kali mekar di Aceh itu terdiri atas 17 kecamatan mulai Samalanga paling barat berbatasan dengan Kabupaten Pidie Jaya hingga Gandapura paling timur berbatasan dengan Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. 

Pembina Yayasan Cahaya Tun Sri Lanang, Desi Safnita, mengatakan nonton bareng sejarah Bireuen ini mereka gelar dalam rangka memperingati HUT ke-24 Kabupaten Bireuen

Menurutnya, puluhan murid tampak serius dan konsentrasi menyimak video sejak awal pemutaran hingga selesai.

Baca juga: KPK Sebut Ada Aliran Uang Syahrul Yasin Limpo ke Partai Nasdem, Jumlahnya Miliaran Rupiah

Desi Safnita yang juga mantan komisioner Bawaslu Bireuen, mengatakan di tengah kondisi zaman saat ini di mana anak-anak telah terpapar tayangan yang tidak sesuai usia mereka, sehingga perlu ditanamkan kebiasaan menonton tayangan yang memberikan edukasi.

“Menonton juga merupakan literasi digital pada anak usia dini dalam mendapatkan hiburan secara sehat dengan pendampingan dari orang dewasa di sekitarnya," kata Desi.

Untuk itu pihak sekolah kata dia, menginisiasi kegiatan yang bertujuan agar anak didik mendapat pengetahuan baru dan lebih luas, sehingga menanamkan rasa bangga sebagai anak Indonesia pada umumnya dan generasi penerus Kabupaten Bireuen khususnya. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved