Berita Subulussalam
Sejumlah Desa di Kecamatan Rundeng, Subulussalam Mulai Tergenang Banjir
Cuaca ekstrem berupa hujan deras masih melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya.
Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Cuaca ekstrem berupa hujan deras masih melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya.
Akibat hujan deras yang terus mengguyur Kota Subulussalam sejumlah desa di Kecamatan Rundeng dilaporkan dilanda banjir, Jumat (13/10/2023).
Informasi yang diterima Serambinews.com, dari Group Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Subulussalam, setidaknya dua desa di Kecamatan Rundeng mulai tergenang banjir sampai ke badan jalan.
Kedua desa itu adalah Lae Mate dan Panglima Saman. Banjir sudah mencapai ke badan jalan hingga mengganggu lalu lintas.
Kedua desa ini memang merupakan langanan banjir dan kerap membuat arus lalu lintas di sana menjadi lumpuh.
Baca juga: Dihantam Banjir, Jembatan Lae Terutung di Danau Teras Subulussalam Ambruk, Lalu Lintas Putus Total
“Sebenarnya masih ada desa lain yang tergenang tapi yang agak parah dua desa Panglima Sahman dan Lae Mate, jalannya terendam,” kata Sabirin Charles salah seorang relawan BPBD Kota Subulussalam.
Sebelumnya, satu jembatan penghubung Kugdong, Desa Danau Teras-Lae Terutung, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam putus total akibat diterjang banjir, Rabu (11/10/2023) malam.
Bencana ini menyebabkan akses lalu lintas antara Danau Teras menuju Lae Oram menjadi terkendala.
Selama ini masyarakat Lae Oram, Sukamakmur, Pasar Panjang, Mukti Makmur, Makmur Jaya dan dari Kecamatan Rundeng menggunakan jalan alternatif tersebut menuju Danau Teras termasuk jika hendak ke Sultan Daulat atau Tapaktuan.
Rusaknya jembatan tersebut menyebabkan akses masyarakat ke dua arah terputus total. Pasalnya, jembatan cadangan yang permanen berada di sana juga belum dapat digunakan.
Baca juga: Warga Bandar Baru Pidie Jaya Meninggal Dunia Disambar Petir
Jembatan yang menghubungkan Desa Danau Tras dengan Lae Terutung, Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam juga pernah ambruk pada Senin (17/9/2018). Jembatan berkonstruksi besi dengan lantai kayu ini ambruk bersana satu unit truk colt diesel.
Saat ambruk, satu unit mobil dump truk BL 8605 RA sedang melintas. Akibatnya, truk tersebut ikut masuk dalam sungai.
Beruntung sungai dalam kondisi dangkal sehingga truk tidak tercebur ke dalamnya namun masih berada pada konstruksi jembatan.
Sekadar informasi jembatan yang hancur memang rangka baja mirip jembatan bailey, namun lantainya masih berupa potongan kayu termasuk pohon.
Baca juga: Harga Emas Melesat, Segini Harga Emas Hari Ini Per Gram Selasa 10 Oktober 2023
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-tergenang-banjir-di-Rundeng-Subulussalam_2023_10_13.jpg)